Teheran – Iran telah menetapkan peraturan bahwa perempuan dilarang untuk menonton sepak bola secara langsung di stadion. Di sisi lain, terdapat seorang perempuan yang membakar diri karena dilarang menonton sepak bola di stadion.

Tindakan putus asa seorang perempuan hingga membakar dirinya sampai tewas, menimbulkan adanya protes dan seruan untuk perubahan. Media ssial twitter dibanjiri hastag Blue_Girl dan mencuitkan twit dalam bahasa Inggris untuk membuka mata masyarakat dunia.

Sebuah akun Twitter dengan nama Mulanium menyebut bahwa Sahar Khodayari telah membakar dirinya sebagai tindakan protes. Di sisi lain, terdpat jurnalis yang pernah bekerja di Iran, Bahar Shoghi, mengatakan bahwa ini adalah kasus yang tragis bagi Iran.

Sahar Khodayari adalah nama perempuan asal Iran yang menyiramkan bensin dan menyulutkan api pada tubuhnya sendiri. Kejadian tersebut tepat tanggal 1 September di Pengadilan Revolusi Islam di Teheran.

Tindakan putus asa yang dilakukan oleh Sahar mengejutkan banyak orang Iran. Sahar baru berusia 29 tahun dan tidak ingin mendekam dalam penjara. Ia diancam hukuman penjara hingga enam bulan karena berpakaian sebagai laki-laki dan pergi menonton sepak bola di stadion.

Sahar merupakan penggemar klub sepakbola Esteghlal Teheran. Para pemain klub ini bermain dengan mengenakan kaus biru. (NRY-harianindo.com)