Jakarta – Aksi demonstrasi yang ada di berbagai wilayah di Indonesia tidak hanya diikuti oleh kalangan mahasiswa dan masyarakat sipil. Terdapat pula para pelajar yang turut dalam aksi demo di depan Gedung DPR. Mereka mengklaim belajar politik dari pelajaran PPKN.

Terdapat satu pelajar STM yang dilarikan ke IGD Rumah SAkit Pelni, Slipi, Jakarta Barat. Pelajar tersebut mengalami luka di kepala akibat bentrok dengan aparat kepolisian.

RK, selaku kawan MA mengungkap bahwa para pelajar datang ke gedung DPR guna berdemonstrasi. Aksi tersebut dilakukan sepulang sekolah.

RK menyatakan bahwa aksi demo tersebut guna memperjuangkan penolakan terhadap beragam RUU bermasalah, salah satunya RKUHP. Menurutnys, RKUHP banyak mengandung pasal-pasal bermasalah, terutama mengatur mengenai hubungan intim.

”Kan kami di sekolah juga belajar PPKN bang. Jadi anak-anak juga tahu kok mana pasal-pasal yang tak penting,” tukasnya.

”Terus anak cewek kalau pulang malam bisa ditahan. Kami ini orang bawah, tapi tahu juga politik dari PPKN,” tuturnya.

Di sisi lain, terdapat pula seorang siswa SMK korban kericuhan aksi unjuk rasa di belakang gedung DPR kawasan Palmerah dilarikan ke instalasi gawat darurat (IGD) Rumah Sakit Pelni.

Teman korban, Oki menyatakan bahwa polisi menembakkan gas air mata dan para siswa SMK tersebut kemudian melarikan diri menjauhi daerah Palmerah. (NRY-harianindo.com)