Jakarta – Komika Ernest Prakasa memberikan dukungan terhadap aksi para mahasiswa yang melakukan aksi demonstrasi di jalanan, menyuarakan atas beberapa rancangan undang-undang yang dianggap nyeleneh dan bermasalah. Seperti revisi Undang-undang Nomor 30 tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, RKUHP, dan RUU Pertanahan.

“Bandit-bandit DPR merasa jumawa di atas rakyat yang mengantarkan mereka ke sana. Hari ini adalah bukti bahwa kita sudah geram. Hari ini, mereka belajar untuk tunduk. #ReformasiDikorupsi #MahasiswaBergerak,” tulis Ernest dalam kicauannya di Twitter, Selasa, 24 September 2019.

Ernest merupakan salah satu seniman yang menaruh kepedulian terhadap kondisi bangsa saat ini. Dalam unggahannya Ernest berani menyuarakan terkait dengan kebakaran hutan dan beberapa undang-undang yang dinilai bermasalah.

Ia pun merasa geram dengan oknum yang berpura-pura sebagai mahasiswa. Diketahui seorang pria tua memakai jaket almamater berwarna kuning, tiba-tiba masuk kerumunan mahasiswa dan membuat onar. “Oh itu tujuan kalian ngelepas mahasiswa KW? Buat delegitimasi #MahasiswaBergerak? Kasian amat begitu doang idenya,” kata Ernest.

Sebelumnya, Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia Manik Marganamahendra mengungkapkan ada empat agenda restorasi yang harus dilakukan untuk menuntaskan reformasi.

Aliansi Mahasiswa Indonesia menyatakan dengan tegas bahwa aksi turun ke jalan yang dilakukan mahasiswa se-Indonesia pada 23-24 September 2019 tidak terlibat politik praktis. “Kami jamin agenda aksi kami di tanggal 23-24 tidak terlibat politik praktis mana pun,” kata Manik Marganamahendra di Tugu Reformasi Universitas, Grogol, Jakarta Barat, Senin 23 September 2019.

Dengan begitu, Manik menegaskan bahwa tidak ada oknum manapun yang dapat menunggangi aksi yang dilakukan mahasiswa tersebut. “Tidak ada yang bisa menunggangi aksi kami, selain menuntut kepada pemerintah dan DPR untuk segera menuntaskan agenda reformasi,” tegas dia. (Hr-harianindo.com)