Jakarta – Anwar Abbas, selaku Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia memohon agar aparat keamanan menghentikan aksi kekerasan pada para pengunjuk rasa. Dimana sebagian besar dari kalangan mahasiswa.

“Pihak kepolisian jangan melakukan hal-hal yang bertentangan dengan tugas dan misi negara apalagi yang melakukan demo itu adalah mahasiswa dan anak-anak kita yang juga memiliki hak untuk dilindungi bukan ditembaki, digebuki ditendang dan diinjak-injak,” kata Anwar.

Anwar mengatakan bahwa tugas utama polisi bukanlah memukul para pengunjuk rasa. Melainkan tugasnya adalah menjaga dan memelihara keamanan dan ketertiban, menegakkan hukum, memberikan perlindungan, pengayoman serta pelayanan kepada masyarakat.

Anwar menilai polisi adalah elemen dari masyarakat yang mengemban tugas suci dan mulia dari negara. Setiap seluruh pihak tidak bisa menerima cara kekerasan terhadap pengunjuk rasa apalagi menyebabkan jatuhnya korban.

“Kita sangat menyesalkan dan menyayangkan hal itu terjadi. Kita mengimbau kepada pihak kepolisian agar lebih lembut dan lebih memilih cara-cara yang lebih baik di dalam menghadapi tuntutan dari anak-anak muda bangsa ini,” kata dia.

Menurut Anwar, negeri ini bukan hanya milik satu kalangan saja. Para pengunjuk rasa memiliki hak untuk bicara dan ikut menentukan arah dan perjalanan dari bangsa ini ke depan.

“Dan menempuh cara-cara kekerasan dan tindak yang melampaui batas dalam menghadapi mereka hanya akan melahirkan dendam dan tidak baik bagi perkembangan bangsa ini ke depannya,” kata dia. (NRY-harianindo.com)