Jakarta – Pemahaman bahwa Polda Metro Jaya meminta agar petugas medis tidak sembarangan menerima korban saki adalah buntut dari kesalahpahaman antara polisi dan petugas Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemprov DKI Jakarta.

Kombes Pol Suyudi Ario Seto , selaku Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya mengungkap bahwa setelah terjadi kesalahpahaman anggota Brimob, ia berkeinginan agar kejadian tersebut harus jadi bahan evaluasi bagi para petugas medis.

“Petugas hanya menerima, ambulans prinsipnya hanya melayani. Ini juga menjadi bahan evaluasi juga dikala ada petugas yang melakukan tindakan (medis),” ucap Suyudi Ario Seto di Mapolda Metro Jaya, Kamis (26/09/2019).

Suyudi mengatakan bahwa terdapat pihak-pihak yang hanya berpura-pura sakit agar terhindar dari kejaran aparat kepolisian.

“Kemudian ada orang yang seolah-olah berlindung atau berpura-pura sakit misalnya, padahal dia tidak sakit,” imbuhnya.

Selain itu, Suyudi menyatakan bahwa ia mengingatkan agar para petugas medis untuk tidak sembarang menerima orang yang sakit ketika dalam situasi kerusuhan.

“Kalau ambulans kan tidak melihat itu, mereka lebih kepada aspek pelayanan. Ini juga masukan buat dinas kesehatan kalau misalnya ingin melayani seseorang harus lihat-lihat dulu,” tuturnya. (NRY-harianindo.com)