Jakarta – Arief Poyuono, selaku Wakil Ketua Umum Gerindra mengklaim tidak sepakat dengan narasi-narasi yang mendorong pelengseran Joko Widodo (Jokowi) dari jabatan presiden.

Arief beranggapan bahwa tidak ada alasan mendasar untuk melengserkan Presiden Ketujuh RI itu.

“Kangmas Joko Widodo tidak boleh dilengserkan, karena dia itu terpilih dari pemilu presiden yang demokratis. Jika dilengserkan maka akan merusak cita-cita reformasi, tidak ada hal yang mendasar untuk melengserkan Joko Widodo,” kata Arief

Sebelumnya, Permadi, mantan anggota DPR dari PDI Perjuangan yang kini menjadi politikus Gerindra mendorong agar mahasiswa menggulingkan Jokowi. Akan tetapi, Arief tak sepakat dengan pendapat Permadi.

Arief Poyuono menekankan bahwa demonstrasi mahasiswa yang sudah berlangsung di banyak daerah selama sepekan terakhir bukan untuk melengserkan Jokowi dari kursi presiden.

“Mahasiswa dalam aksi demontrasi di banyak kota agendanya bukan untuk melengserkan Joko Widodo, tetapi meminta Joko Widodo membatalkan revisi UU KPK, RKUHP dan RUU kontroversial lainnya,” tegas Arief.

Arief Poyuono beranggapan bahwa berbagai aksi protes yang dilakukan masyarakat dan mahasiswa karena mereka sayang kepada Presiden Jokowi. Arief menilai bahwa masyarakat tak ingin Jokowi tersandera oleh parpol-parpol dan para cukong yang telah membantu Joko Widodo di Pilpres 2019. (NRY-harianindo.com)