Jakarta – Film Joker sudah mulai ditayangkan di bioskop-bioskop Indonesia dan sejumlah negara lainnya sejak tanggal 4 Oktober 2019. Meskipun banyak menuai komentar positif, namun tak sedikit pula yang mengaku khawatir setelah menonton film tersebut.

Ada seorang netizen yang setelah keluar dari pemutaran film Joker menuangkan kekhawatirannya mengenai film tersebut. Ia merasa bahwa film besutan Todd Phillips tersebut terlalu mengerikan.

“Baru saja keluar dari pemutaran film Joker. Terlalu mengerikan untuk berada di sana dengan semua yang terjadi saat film ini mengagungkan kekerasan senjata dan masalah kesehatan mental,” cuit seorang netizen di Twitter.

“Aku memilih keluar dari teater, film ini mengancam mental. Boikot film ini,” ujar netter lain.

“Aku tak pernah keluar dari teater sebelum film usai, tapi dengan ‘Joker’ aku nyaris melakukannya,” kata seorang warganet.

Para warganet lain juga mengatakan bahwa saat pemutaran film, mereka menyaksikan ada seorang pria yang bertepuk tangan dan berteriak pada saat adegan kekerasan muncul.

Sejumlah bioskop di Amerika Serikat pun melakukan tindakan tertentu yang berkaitan dengan film Joker. Seperti sebuah bioskop di California yang membatalkan penayangan lantaran mendapat ancaman. Bioskop di New York kedatangan polisi yang mengamankan seorang pria yang diduga akan melakukan sesuatu yang membahayakan. (Elhas-harianindo.com)