Hong Kong – Demonstrasi massal yang berlangsung di Hong Kong masih terus terjadi. Kali ini, dikabarkan bahwa seorang remaja laki-laki berusia 14 tahun terkena tembakan oleh seorang polisi. Akibatnya, korban mengalami luka di bagian kaki dan mengalami kondisi serius.

Dilansir dari The Independent pada Sabtu (05/10/2019), kejadian tersebut berlangsung pada saat demonstrasi penolakan undang-undang baru yang melarang penggunaan masker di ruang publik.

Dalam pernyataannya, pihak kepolisian Hong Kong menyebut bahwa seorang polisi yang berkaus biasa melakukan penembakan dari sebuah mobil tanpa tanda. Dengan alasan membela diri lantaran kaca mobilnya dipecah dan dicengkeram lehernya, ia melakukan penembakan.

“Petugas itu jatuh ke tanah, ia melepaskan satu tembakan karena hidupnya berada di bawah ancaman serius,” papar kepolisian Hong Kong.

Meski demikian, dalam pernyataan tersebut tidak ada konfirmasi dari pihak kepolisian mengenai apakah tembakan tersebut memakan korban atau tidak. Mereka justru mengumumkan bahwa massa aksi bakal diganjar hukuman penjara maksimal 14 juta dan denda HS$ 100 ribu atau sekitar Rp 180 juta apabila tak mengembalikan magasin beserta peluru milik polisi.

Sementara itu, masyarakat Hong Kong kembali mengadakan aksi protes. Demonstrasi tersebut dipicu lantaran Carrie Lam, Pemimpin Hong Kong, mengesahkan undang-undang darurat untuk melarang penggunaan masker bagi para demonstran. Kabinet Hong Kong beralasan bahwa kebijakan tersebut bertujuan untuk mempermudah polisi dalam mengidentifikasi identitas para demonstran.

Massa aksi bereaksi marah tatkala mengetahui undang-undang tersebut. Pasalnya, penggunaan masker adalah salah satu taktik massa aksi demi menutupi identitas mereka. Selain itu, cara yang mereka lakukan adalah menggunakan payung sebagai tabir pelindung dari jangkauan CCTV dan pena laser. (Elhas-harianindo.com)