Bogor – Tercatat di Pengadilan Agama (PA) Cibinong Kelas IA Kabupaten Bogor 2.504 kasus istri minta cerai lantaran faktor ekonomi. Para istri tidak sanggup hidup bersama suaminya dengan kondisi serba kekurangan.

Data tersebut tercatat hingga Agustus 2019. Berdasarkan data tersebut terdapat 3.880 perceraian sejak awal tahun sampai Agustus 2019. Dilihat dari faktor penyebab, faktor ekonomi memang menjadi alasan kuat.

Teti Sunengsih, selaku Kepaniteraan Muda PA Kelas 1A Cibinong mengungkap bahwa gugatan perceraian terbagi menjadi dua kategori, yakni melalui talak (penggugat dari laki-laki) dan gugatan cerai (penggugat dari perempuan).

“Di Kabupaten Bogor, cerai gugat itu yang paling banyak, tercatat sejak 2017 sampai hari ini,” katanya kepada Metropolitan di PA Cibinong Kelas IA.

Teti beranggapan bahwa angka pernikahan muda di Kabupaten Bogor yang masih tinggi menjadi penyebabnya.

“Untuk mengatasi masalah ini memang butuh kerja sama semua pihak. Kami di sini hanya memberikan mediasi saja jika gugatan sudah masuk,” ujarnya. Teti Sunengsih(NRY-harianindo.com)