Jakarta – Meski sudah berjalan selama tiga tahun, tersangka kasus ikan asin Pablo Benua dan Rey Utami masih bersikukuh bahwa mereka sama sekali tidak bersalah. Diketahui bahwa dalam unggahan kanal YouTube Pablo dan Rey, Galih Ginanjar melontarkan hinaan ikan asin saat bercerita tentang mantan istrinya, Fairuz A Rafiq.

Pernyataan Pablo dan Rey tersebut diungkapkan melalui kuasa hukumnya, Insank Nasruddin. Pengacara tersebut mengatakan bahwa yang bersalah dalam kasus tersebut adalah YouTube.

“Saudara Rey ini hanya menjadi pihak yang mewawancarai, sama seperti kalian (wartawan). Ya kan?” ujar Insank Nasrudin di Polda Metro Jaya, Senin (14/10/2019) malam.

“Kemudian wawancara saudara Rey ini bukan kali pertama saja artinya sudah banyak YouTube-YouTube yang pemilik kontennya saudara Pablo, sudah diupload ke pihak YouTube dan itu sudah dimiliki pihak YouTube bukan mereka lagi,” sambungnya.

Menggunakan dalih tersebut, Insank kemudian mempertanyakan mengapa YouTube tidak diusut oleh pihak kepolisian. Sebab, Insank berpandangan bahwa YouTube-lah pemilik konten tersebut.

“Ketika konten itu sudah diupload, bukan lagi milik mereka, karena ada prosedurnya. Itu menjadi milik pihak YouTube,” tutur Insank.

“Kalau jadi kepemilikan Pihak YouTube, jadi pertanyakan apakah pihak YouTube dalam perkara ini diperiksa dan dijadikan tersangka sama seperti saudara Pablo dan saudara Rey? Itu yang menjadi pertanyaan sederhana kami,” pungkas Insank Nasrudin. (Elhas-harianindo.com)