Jakarta – Tak terima anaknya dinyatakan tidak naik kelas, seorang ibu memutuskan untuk menggugat SMA Kolese Gonzaga. Yustina, nama ibu tersebut, menggugat sejumlah pihak. Antara lain guru, Kepala Sekolah, hingga Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta.

Berdasarkan dokumen perkara nomor 833/Pdt.G/2019/PN JKT.SEL, tercatat bahwa pihak tergugat adalah Kepala Sekolah SMA Kolese Gonzaga Pater Paulus Andri Astanto, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum Himawan Santanu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan Gerardus Hadian Panomokta, dan guru Sosiologi Kelas XI, Agus Dewa Irianto. Kepala Dinas Pendidikan Menengah dan Tinggi DKI juga turut digugat.

“Menyatakan keputusan para tergugat bahwa anak penggugat tidak berhak melanjutkan proses belajar ke jenjang kelas 12 SMA Kolese Gonzaga adalah cacat hukum. Menyatakan anak Penggugat memenuhi syarat dan berhak untuk melanjutkan proses belajar ke jenjang kelas 12 di SMA Kolese Gonzaga,” bunyi gugatan tersebut.

Melalui gugatan tersebut, Yustina juga menuntut adanya pembayaran ganti rugi materiil dengan besaran Rp 51.683.000. Selain itu, ia juga meminta ganti rugi immateril sebesar Rp 500.000.000.

“Menyatakan sah dan berharga sita jaminan terhadap aset para tergugat berupa tanah dan bangunan Sekolah Kolese Gonzaga di Jalan Pejaten Barat 10A, Kelurahan Ragunan, Kecamatan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Provinsi DKI Jakarta, dan atau harta kekayaan para tergugat lainnya baik benda bergerak dan atau benda tidak bergerak lainnya yang akan disebutkan kemudian oleh penggugat,” tuntut Yustina.

Sidang perdana gugatan tersebut sudah dihelat pada Senin (28/10/2019) lalu. Berikutnya, sidang akan kembali digelar 2 pekan berikutnya setelah sempat ditunda. (Elhas-harianindo.com)