Jakarta – Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi mengungkapkan wacana bahwa pihaknya akan memberlakukan larangan penggunaan cadar atau niqab di instansi pemerintahan. Hal tersebut ia sampaikan dalam Lokakarya Peningkatan Peran dan Fungsi Imam Tetap Masjid.

“Niqab itu tidak ada ayatnya yang menganjurkan memakai niqab, tapi juga tidak ada yang melarang. Tapi kita ingin menggarisbawahi bahwa pemakaian niqab itu tidak ada kaitannya dengan kualitas keimanan atau ibadah seseorang,” kata Fachrul di Hotel Best Western, Mangga Dua Selatan, Sawah Besar, Jakarta Pusat, Rabu (30/10/2019).

“Jadi jangan ada yang berpikir kalau dia masih pakai jilbab, tingkatnya masih rendah gitu. yang sudah tinggi yang sudah pakai niqab dan sama sekali matanya nggak keliatan,” sambungnya.

Fachrul memaparkan bahwa sebenarnya cadar atau niqab merupakan budaya dari sejumlah suku di Arab yang kini mulai ditinggalkan oleh orang Arab. Justru, kata Fachrul, di Indonesia niqab mulai menjamur.

“Kita tidak berpikir menganjurkan melarang. Tapi kita ingin memberikan kejelasan itu bukan ukuran tingginya iman dan takwa seseorang. Itu hanya budaya-budaya yang digunakan beberapa suku Arab dulu dan sekarang hanya segelintiran orang di sana yang makai dan kalau kita naik haji atau umrah, yang banyak pakai itu orang Indonesia,” ujarnya.

Terkait larangan penggunaan cadar di instansi pemerintah, Fachrul menyebut keamanan menjadi alasan utamanya. Namun Fachrul mengatakan bahwa pihaknya sama sekali tidak memberlakukan pelarangan niqab secara umum.

“Memang nantinya bisa saja ada langkah-langkah lebih jauh, tapi kita tidak melarang niqab, tapi melarang untuk masuk instansi-instansi pemerintah demi alasan keamanan. Apalagi kejadian Pak Wiranto yang terakhir kan,” tuturnya.

“Para imam-imam mohon berkenan untuk menjelaskan secara secara baik apa kondisi kita,” pungkasnya. (Elhas-harianindo.com)