Jakarta – Salah satu keluhan yang sering disuarakan oleh para pengguna jalan adalah pengendara motor yang merokok di jalan. Sebab, perilaku tersebut bisa mengganggu bahkan mencederai para pengguna jalan lainnya.

Meski sudah banyak teguran yang disuarakan dan peraturan yang diberlakukan demi melarang perilaku merokok sambil berkendara, namun tetap saja ada pengendara yang melakukan hal yang tak bertanggung jawab tersebut.

Sebenarnya, merokok sambil berkendara merupakan salah satu bentuk pelanggaran lalu lintas. Hal ini diatur dalam Pasal 106 ayat (1) UU No 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Barangsiapa yang merokok sambil berkendara, maka pelanggar akan mendapat hukuman pidana berupa 3 bulan penjara atau denda maksimal Rp 750 ribu.

“Berkendara itu membutuhkan konsentrasi penuh. Karena dia responsible riding-lah, dia bertanggung jawab pada dia sendiri dan kendaraan lain,” kata Karo Penmas Humas Polri Brigjen M Iqbal.

Perilaku tersebut juga bisa membahayakan para pengguna jalan lainnya. Sejumlah kasus menunjukkan bahwa beberapa korban terkena abu rokok di bagian mata.

Berdasarkan penjelasan dari Mayo Clinic, abu rokok yang masuk ke mata salah satu risikonya adalah luka pada kornea. Selain itu, kelopak mata juga bisa cedera apabila terkena abu yang masih panas. (Elhas-harianindo.com)