Jakarta – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berniat melakukan penataan sebanyak 76 rukun warga (RW) di seluruh Jakarta pada 2020. Diketahui, anggaran konsultan penataan kampung konsep community action plan (CAP) itu dianggarkan sebesar Rp 25,572 miliar.

Anggaran tersebut diajukan dalam kebijakan umum anggaran-prioritas plafon anggaran sementara (KUA-PPAS) guna anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD). Terdapat 22 RW yang berlokasi di Jakarta Barat rencananya akan ditata di tahun 2020 dengan anggaran Rp 6,7 miliar. Lokasinya tersebar di sembilan kelurahan.

“Kelurahan Kembangan Utara, Wijaya Kusuma, Krendang, Jembatan Lima, Pekojan, Palmerah, Krukut, Tangki, dan Kalideres,” kata Kepala Suku Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Jakarta Barat, Suharyanti saat dihubungi, Selasa (05/11/2019).

Suharyanti mengatakan bahwa pekerjaan konsultan itu untuk mengkaji kehidupan masyarakat selama 24 jam untuk mencari aspirasi mereka dalam perbaikan lingkungan setempat. Jika dalam satu kelurahan terdapat sejumlah RW yang perlu ditata, Suharyanti menyatakan, pihaknya hanya akan menambah tenaga fasilitator dan surveyor saja.

“Karena banyaknya RW itu juga kami tambahkan surveyor, karena satu surveyor untuk lima RW itu enggak mungkin, mengingat waktunya juga kan empat bulan ya kemarin untuk surveyor,” papar dia. (NRY-harianindo.com)