Jakarta- Partai Keadilan Sejahtera (PKS) membuka pintu untuk memberikan dukungan terhadap putra Presiden Joko Widodo (Jokowi), Gibran Rakabuming Raka untuk turun laga sebagai calon wali kota Solo dalam Pilkada Serentak 2020.

Sekjen PKS Mustafa Kamal menyatakan pihaknya juga terbuka untuk bergabung dengan PDI-P guna memberikan dukungan terhadap Gibran untuk turun dalam kontestasi politik tahun depan di Solo.

“Ya saya kita bisa terbuka untuk membangun komunikasi dan koalisi dengan seluruh partai yang di tingkat pusat berada di pemerintahan ataupun di luar pemerintahan, kita terbuka semuanya,” ungkap Mustafa saat ditemui pada Rakornas PKS di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (14/11).

Dia beranggapan bahwa koalisi yang terjadi pada tataran bawah lebih cair dari pada dalam tataran pusat yang lebih panas. Dia menjelaskan ada banyak kemungkinan partai-partai berlawanan dalam skala nasional, namun justru berkoalisi dalam skala bawah.

Mustafa juga mengatakan PKS akan memberikan dukungan kepada anak muda siapapun yang memang memiliki potensi besar untuk menjadi pemimpin, termasuk Gibran. Namun keputusannya nanti tetap berada di tangan PKS Solo.

“Ya semuanya kita akan gali dari daerah karena kader-kader Partai Keadilan Sejahtera mempunyai aspirasi, mempunyai forum musyawarah untuk mengusulkan kepada DPP dan pada akhirnya kita akan putuskan,” tuturnya.

Mustafa mengungkapkan bahwa pembahasan terkait langkah PKS di Pilkada 2020 akan dibicarakan dalam Rakornas 2019 di Jakarta. PKS menargetkan untuk memenangkan hampir setengah, yaitu 270, dalam Pilkada yang akan dihelat tahun depan.

“Kita berharap bisa lebih dari 50 persen, nanti kita rumuskan targetnya pada rakornas ini. Kita himpun dulu, pendapat-pendapat di daerah nanti kita punya hitungan-hitungan yang rasional pada angka berapa kita akan membuat target,” sambungnya.

Diketahui, Gibran sudah mendeklarasikan keinginannya untuk turut dalam pertarungan politik sebagai calon wali kota Solo dalam Pilkada Serentak 2020. Bahkan Gibran sudah mendaftar ke PDI-P dan berkunjung ke kediaman sang ketua umum, Magawati.

Sekretaris Jenderal DPP PDIP Hasto Kristiyanto menyatakan bahwa Megawati-lah yang memegang kendali terhadap nasib pencalonan Gibran. Ia menutrutkan PDIP memiliki mekanisme penjaringan dalam pencalonan kepala daerah yang berawal dari survei kandidat hingga dilakukan pemetaan politik.

“Baru nanti keputusan politik yang diambil Ibu Megawati,” ujar Hasto di kediaman pribadi Megawati, Jalan Teuku Umar, Jakarta, Kamis (24/10). (Hr-harianindo.com)