Jakarta – Terhambatnya proyek revitalisasi Taman Ismail Marzuki (TIM) kali ini mendapat sorotan dari DPRD DKI Jakarta. Wakil Ketua DPRD DKI, M Taufik, mengatakan bahwa dirinya merasa kecewa atas terhambatnya proyek tersebut lantaran pihak pengembang, PT Jakpro, dinilai memiliki perencanaan yang buruk.

Taufik mengungkapkan bahwa alasan proyek tersebut masih jalan di tempat adalah PT Jakpro sendiri masih belum menyelesaikan proses perizinan hingga kini. Padahal, kata Taufik, proyek tersebut merupakan salah satu program strategis Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.

’’Saya akan minta dilakukan evaluasi pada Jakpro kenapa itu bisa tak berjalan,’’ kata Taufik di DPRD DKI, Kamis (14/11/2019).

Lebih lanjut, Taufik membeberkan bahwa Pemprov DKI melalui Penyertaan Modal Daerah (PMD) sebenarnya telah menganggarkan sebesar Rp 1,8 triliun sebagai biaya revitalisasi TIM. Akan tetapi, Taufik kecewa lantaran hingga kini di lokasi hanya terlihat paku bumi dan alat-alat berat yang terparkir.

Kemudian, Taufik mengatakan bahwa lebih baik pembangunan hotel di kawasan TIM dibatalkan saja. Tak hanya menghambat revitalisasi, pembangunan tersebut dinilai tak sesuai dengan prinsip-prinsip awal TIM sebagai pusat kesenian di Jakarta.

’’Saya minta pembangunan hotel diurungkan. Kalau pembangunan tak berjalan maka uang akan mengendap. Kan jadi tak bermanfaat untuk warga Jakarta,’’ ungkapnya.

Selama tidak ada kejelasan dari pihak PT Jakpro terkait proyek revitalisasi TIM, maka Taufik mengancam perusahaan tersebut tidak akan disetujui permohonan modalnya.

‘’Ini perencanaan buruk. Kalau seperti ini sulit berikan PMD untuk Jakpro,’’ bebernya. (Elhas-harianindo.com)