Christchurch – Islamofobia marak terjadi diberbagai negara. Salah satunya adalah Australia. Diketahu bahwa, wanita berhijab paling sering menjadi korban.

Tepat di sejumlah mall di Australia, wanita berjilbab sering mengalami serangan berbau islamofobia. Adanya anak-anak bersama mereka ternyata tak menghentikan tindak pelecehan, dan dalam beberapa kasus malah meningkatkannya.

Sejauh ini, serangan islamofobia yang berakibat korban harus masuk RS di Australia meningkat 3 persen. Kehadiran anak kecil sama sekali tak mengakhiri tindakan islamofobia malah dalam beberapa kasus kian meningkatkan pelecehan.

Nadia Saeed, salah satu korban bernama mengklaim bahwa dirinya pernah mengalami pelecehan verbal di Brisbane justru di saat dirinya sedang mengorganisir acara untuk menghormati para korban serangan teror Christchurch.

“Saya tak peduli kalau sesamamu (umat Islam) terbunuh di Christchurch. Kamu pun seharusnya ditembak saja,” kata Nadia, mengutip ucapan seorang pria yang mendekatinya di jalan.

Nadia mengklaim bahwa dirinya tak tahu harus berbuat apa pada saat itu. “Saya gemetaran,” ujarnya. Nadia menduga apa yang dialaminya ini erat kaitannya dengan jilbab yang dia kenakan – penanda fisik bahwa dia seorang Muslim. (NRY-harianindo.com)