Home > Ragam Berita > Nasional > Allan Nairn Sebut Nama Fadli Zon, Harry Tanoe, SBY, dan Tommy Soeharto di Balik Gerakan Makar?

Allan Nairn Sebut Nama Fadli Zon, Harry Tanoe, SBY, dan Tommy Soeharto di Balik Gerakan Makar?

Jakarta – Jurnalis senior Allan Nairn kembali menulis sebuah laporan berbau kontroversi dimana pria kelahiran Morristown, New Jersey, Amerika Serikat, ini menulis hasil investigasinya dengan judul “Trump’s Indonesian Allies in Bed with ISIS-Backed Militia Seeking to Oust Elected President”.

Allan Nairn Sebut Nama Fadli Zon, Harry Tanoe, SBY, dan Tommy Soeharto di Balik Gerakan Makar?

Allan Nairn menyebut nama beberapa tokoh seperti Wakil Ketua DPR Fadli Zon, rekan bisnis Donald Trump di Indonesia, Hary Tanoe, Tommy Soeharto, serta mantan presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono sebagai tokoh-tokoh dibalik gerakan permufakatan jahat untuk menggulingkan Presiden Jokowi dengan menggunakan Aksi Bela Islam untuk menuntut Ahok sebagai ‘jembatan’ menuju tujuan mereka.

Allan Nairn mengaku, sumber-sumber dari laporan investigasinya berasal dari wawancara beberapa tokoh penting dan dokumen-dokumen yang ia peroleh dari internal TNI, Kepolisian, Intelijen Indonesia, serta Badan Keamanan Nasional Amerika Serikat (NSA) yang dibocorkan oleh Edward Snowden.

Dalam tulisannya, Allan Nairn mengungkapkan bahwa Ahok adalah berkah bagi gerakan makar melalui kasus keseleo lidahnya tentang Al-Maidah ayat 51 itu. Hal ini ia dapatkan dari pengakuan Kivlan Zein saat diwawancarainya.

Aktor penting di lapangan sebagai ‘pembuka jalan’ adalah Pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab, Juru Bicara dan Ketua Bidang Keorganisasian FPI, Munarman, serta Wakil Ketua DPR Fadli Zon.

Dengan kekuatan dana yang terorganisir mereka sanggup mengumpulkan massa dari luar Jakarta untuk mengepung Ibu Kota.
Menurut Allan Nairn yang mengaku mendapatkan informasi dari lima laporan internal Intelijen Indonesia ini, salah satu penyandang dana dalam Aksi Bela Islam adalah Tommy Soeharto. Hal ini juga diakui oleh Jenderal (Purn) Kivlan Zein saat diwawancarai.

Selain itu, ada juga nama Hary Tanoe, rekanan bisnis Donald Trump di Indonesia, serta mantan Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono.

Menurut pengakuan tujuh staf intelijen/militer dan pensiunan militer kepada Allan Nairn, SBY memang menyumbang dana untuk aksi-aksi FPI, tetapi ia menyalurkannya secara tidak langsung melalui masjid dan sekolah. Salah satu informan Allan Nairn adalah Laksamana (Purn) Soleman Ponto, mantan Kepala Badan Intelijen Strategis (BAIS) dan penasehat aktif Badan Intelijen Negara (BIN).

Kepada Allan Nairn, Soleman Ponto mengakui hal ini karena selain keterlibatannya di dunia intelijen, ia juga tergabung dalam grup WhatsApp “The Old Soldier” yang terdiri dari para jenderal tua. Menurut Soleman Ponto, para pendukung gerakan makar menunggangi kasus Ahok sebagai pintu masuk untuk menggulingkan Presiden Jokowi.

“Makar ini seperti people power. Tetapi karena semuanya sudah ada yang mengongkosi, militer tinggal tidur. Dan Presiden sudah terjengkang saat mereka bangun”, ujar Soleman Ponto dalam tulisan investigasinya Allan Nairn.

Skenario makar lainnya adalah dengan membuat Jakarta dan kota-kota lain di Indonesia kacau balau melalui FPI. Rencana ini diuraikan secara rinci oleh dua pentolan FPI, Muhammad Al Khattath dan Usamah Hisyam, saat Allan Nairn bertemu mereka pada bulan Februari yang lalu.

Saat Allan Nairn duduk bersama Usamah dan para pimpinan gerakan lainnya, mereka berdiskusi panjang lebar tentang Hary Tanoe yang mereka puji sebagai pendukung utama gerakan mereka melalui bantuan dana langsung.

Mereka juga sepakat menginginkan duet pemerintahan Prabowo-Hary Tanoe, Hary sebagai Presiden dan Prabowo sebagai Wakil Presiden, atau sebaliknya, tergantung polling nantinya.
(samsul arifin – harianindo.com)

x

Check Also

Mahfud MD Berikan Komentar Terhadap UU Pemilu

Mahfud MD Berikan Komentar Terhadap UU Pemilu

Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah menandatangani Undang-Undang Nomor 7 tentang Pemilu pada 16 ...