Home > Ragam Berita > Internasional > Trump : Uni Eropa Adalah Musuh Dalam Intervensi Diplomatik

Trump : Uni Eropa Adalah Musuh Dalam Intervensi Diplomatik

Washington – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menggambarkan Uni Eropa (UE) sebagai salah satu “musuh” terbesarnya dalam intervensi diplomatik. Ini disampaikan Trump hanya beberapa jam sebelum ia mengadakan pertemuan dengan presiden Rusia Vladimir Putin.

Trump : Uni Eropa Adalah Musuh Dalam Intervensi Diplomatik

Trump

Sebagaimana diberitakan The Guardian pada Senin (16/7/2018) dalam sebuah wawancara TV, Trump menyebut musuh terbesarnya secara global saat ini adalah Uni Eropa. Selanjutnya ia menyebut Rusia dan Cina.

Beberapa jam sebelumnya, Perdana Menteri Inggris Theresa May mengungkapkan bahwa Trump menyarankan agar dia menuntut UE daripada bernegosiasi soal Brexit.

“Saya pikir kami memiliki banyak musuh. Saya pikir Uni Eropa adalah musuh dalam perdagangan. Sekarang Anda tidak akan memikirkan Uni Eropa tetapi mereka adalah musuh,” kata Trump kepada CBS News di resor golf Turnberry di Skotlandia.

Pernyataan Trump ini mengejutkan banyak pihak karena ia tidak menempatkan Cina atau Rusia di daftar utama. “Uni Eropa sangat sulit. Saya menghormati para pemimpin negara-negara tersebut tapi dalam arti perdagangan, mereka benar-benar memanfaatkan kami,” tambah Trump.

Menanggapi pernyataan Trump, Presiden Dewan Eropa Donald Tusk membantah hal itu. “Amerika dan Uni Eropa adalah sahabat terbaik. Siapa pun yang mengatakan kami musuh menyebarkan berita palsu,” tulisnya di akun Twitter.

AS telah mengenakan tarif pada baja dan aluminium terhadap Uni Eropa dan sekutu lainnya. Ini memicu pembalasan. Perang dagang juga sedang berlangsung dengan Cina setelah AS menerapkan tarif 10 persen untuk produk-produk Cina.

Baca juga: AS-Korut Capai Kesepakatan untuk Cari Tentara yang Hilang

Trump berangkat dari Skotlandia ke Helsinki untuk mengadakan pertemuan dengan Putin di istana presiden Finlandia. Putin dan Trump diharapkan membahas isu-isu dari perjanjian senjata nuklir ke konflik di Suriah.

Trump mengaku dia tidak berpikir meminta Putin untuk mengekstradisi 12 orang Rusia yang didakwa atas pencurian data dari badan-badan partai Demokrat menjelang pemilihan 2016. “Saya tidak memikirkan itu. Tapi saya yakin, saya akan bertanya tentang itu,” katanya . (Tita Yanuantari – harianindo.com)

x

Check Also

Tiga Warga Yaman Tewas karena Serangan Udara Arab Saudi

Tiga Warga Yaman Tewas karena Serangan Udara Arab Saudi

Saada – Serangan udara koalisi pimpinan Arab Saudi di provinsi Saada, Yaman utara, Minggu (2/12/2018) ...


Warning: A non-numeric value encountered in /srv/users/serverpilot/apps/harianindo/public/wp-content/plugins/mashshare-sharebar/includes/template-functions.php on line 135