Jakarta – Pembelian mobil secara tunia jarang dilakukan walau memiliki uang yang banyak. Kebanyakan orang-orang lebih memilih untuk menyicil.

Seperti pembeli Ferrari. Konsumen super car asal Italia tersebut lebih banyak yang kredit, ketimbang pembayaran tunai. Hal itu dinyatakan langsung oleh Sales Executive Ferrari Jakarta, Edo Zhou.

“Lebih banyak kredit. Konsumen biasanya menentukan leasing atau bank sendiri, saat ingin kredit. Mereka punya rekomendasi sendiri,” ujarnya, Rabu 3 Juli 2019.

Edo memaparkan, Ferrari Jakarta sebagai diler resmi, tidak melakukan kerja sama dengan perusahaan pembiayaan. Perihal soal DP (down payment), mereka memasang dengan angka minimal 40 persen.

“Soal tenor, pilihan satu sampai empat tahun. Biasanya, konsumen memilih tenor dua atau tiga tahun,” jelasnya.

Lebih lanjut Edo menambahkan, biaya cicilan per bulan, termasuk bunga dari masing-masing leasing dan bank, angkanya berbeda. Namun, semua proses kredit termasuk asuransi all risk sudah termasuk di dalamnya.

Menurut salah satu importir umum mobil mewah, harga Ferrari Portofino mencapai Rp9 miliar off-the-road. Jika dicicil, maka konsumen harus menyiapkan uang muka sebesar Rp5,4 miliar. (Hari-harianindo.com)