Jakarta ā€“ Ketetapan pemerintah terhadap kenaikan iuan BPJS membuat Nining Elitoslantas, selaku Ketua Umum Konfederasi Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI) merasa simpati terhadap nasib para buruh di daerah yang mendapatkan upah kecil.

Nining menyatakan bahwa seorang buruh yang sudah berkeluarga, mau tidak mau harus membayar iuran BPJS untuk keluarganya juga. Kenaikan iuran BPJS Kesehatan, justru malah makin mencekik terutama bagi para buruh daerah.

“Bagaimana dengan buruh di daerah-daerah yang upahnya masih Rp 1,6 juta. Belum lagi dia harus menanggung beban kebutuhan hidup sehari-sehari,” kata Nining

Sebelum ketetapan iuran BPJS Kesehatan naik, pemegang kartu iuran BPJS kelas 1 harus membayar Rp 80 ribu per bulan, kelas 2 membayar Rp 59 ribu dan kelas 3 kudu membayar Rp 25 ribu per bulan.

Nining beranggapan akan menyusahkan buruh yang mendapat upah kecil. Di sisi lain naiknya biaya lainnya seperti kebutuhan listrik hingga BBM akan semakin membuat hidup buruh semakin susah.

“Itu sebenarnya sudah menjadi beban bagi rakyat apalagi ditambah dengan kenaikan BPJS sekarang yang dari Rp 80 ribu sampai Rp 160 ribu, ya,” ujarnya.

“Belum lagi dia harus menanggung beban kebutuhan hidup sehari-hari, itu kan penderitaan kemiskinan yang paling dalam dilakukan negara,” Nining menambahkan. (NRY-harianindo.com)