Jakarta – Wakil Sekjen Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Imam Pituduh mengungkapkan alasan pihaknya memilih Livi Zheng sebagai sutradara film The Santri. Menurut Imam, Livi dinilai mampu menarik minat para pemuda dalam memperkenalkan kebhinekaan Indonesia.

“Kami yang meng-invite Livi. Film ini harus dinikmati oleh khalayak muda, lintas agama, dan bahkan juga lintas negara,” ujar Imam di Gedung PBNU, Jakarta, Selasa (17/09/2019).

Imam memandang bahwa Livi akan mampu menggunakan jaringannya di Amerika Serikat untuk mempromosikan film The Santri. Terlebih, Livi Zheng memiliki latar belakang pendidikan di bidang perfilman.

“The right man on the right place. Kalau saya melihat kenapa Livi, ya Livi itu sesuai dengan kebutuhan film ini,” kata Imam.

Baca Juga: NU Ajak Pihak yang Mengkritik Untuk Nonton Langsung The Santri

Perihal kontroversi yang baru-baru ini mencuat soal karier Livi Zheng, Imam tak mau bicara banyak. Menurutnya, kontroversi tersebut muncul jauh sesudah pihaknya menggarap trailer untuk The Santri.

“Livi Zheng mulai muncul kontroversinya (ketika) kami sudah selesai (menggarap) trailer. Saya bikin trailer sama Livi itu pada bulan Juli terus kemudian Livi di media mulai dibahas bulan Agustus,” ujar Imam.

Soal peran Livi dalam film tersebut, Imam menyebut bahwa Livi dan Ken Zheng tak terlibat membuat alur cerita dan lebih fokus dalam aspek pengambilan gambar. Namun Imam tak mengelak apabila dirinya membahas cerita dengan kedua sutradara tersebut.

“NU Channel bersama Livi Zheng memproduksi dan mendiskusikan ini secara bersama-sama. Nanti malah tidak jadi kalau produsernya ngotot ke kanan, sutradaranya ngotot ke kiri, kan tidak bisa,” ungkapnya. (Elhas-harianindo.com)