Jakarta – Berbagai demo penolakan terhadap pengesahan RUU KPK diberbagai wilayah menyulut seorang aktivis melayangkan pendapat. Aktivis ’98 Ray Rangkuti menyatakan bahwa kejadian tersebut sama seperti saat dirinya aktif beraksi sebagai mahasiswa tempo dulu.

“Soalnya saya melihat ghirah (semangat) mahasiswa saat ini seperti yang kita alami saat ’98 dimana ada ungkapan nggak demo nggak keren. Suasana saat ini sama kayak 98. Jika ada kampus nggak bergerak itu akan di-bully. Makanya ini(demo) akan panjang, tinggal gimana pemerintah dan DPR menyikapinya,” ucap Ray Rangkuti dalam keterangan tertulisnya, Selasa (24/09/2019).

Ray Rangkuti menilai demo semakin memanas saat terjadi aksi pembobolan pagar gedung parlemen oleh mahasiswa.

Ray beranggapan bahwa aksi ini akanterus digelar jika DPR tetap mengesahkan RUU KUHP yang dinilai kontroversial.

Ray berkeinginan agar aksi para mahasiswa tersebut tidak merembet ke pelantikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Oktober 2019. Pendiri LSM Lingkar Madani tersebut beranggapan bahwa kritik keras mahasiswa terhadap Jokowi terkait RUU KUHP-UU KPK sangat wajar dilakukan.

“Saat ini mahasiswa kecewa karena Pak Jokowi itu habis manis sepah dibuang. Padahal masyarakat yang mendukung Jokowi dengan susah payah demi menegakkan prinsip-prinsip demokrasi dan pemberantasan korupsi. Mereka rela di-bully bahkan sempat ada yang dikafirkan karena memlih Jokowi,” ujar Ray. (NRY-harianindo.com)