Home > Ragam Berita > Nasional > Jenderal Pendukung Prabowo Ini Masuk Daftar Hitam Pemerintah Singapura

Jenderal Pendukung Prabowo Ini Masuk Daftar Hitam Pemerintah Singapura

Jakarta – Setelah lama tidak terdengar lagi namanya sejak persaingan Pilpres 2014 lalu, kini nama Letjen TNI (Purn) Suryo Prabowo kembali mencuat setelah dikabarkan masuk dalam black list atau daftar hitam pemeritah Singapura.

Jenderal Pendukung Prabowo Ini Masuk Daftar Hitam Pemerintah Singapura

Seperti diketahui, tepat di Hari Kemerdekaan Indonesia, 17 Agustus 2016, Suryo Prabowo yang transit di Bandara Changi, Singapura, dalam perjalanan pulang dari Fiji dengan menggunakan Fiji Airways FJ361 harus tertahan di Bandara dan diinterogasi oleh petugas Imigrasi setempat.

Pengalamannya ini lantas dituangkan oleh Suryo Prabowo lewat akun Twitter-nya.

“Saya transit di Singapura kemudian keluar terminal untuk mengambil bagasi, karena saya pindah pesawat untuk kembali ke Jakarta untuk mengikuti acara 17-an di kampung saya. Di imigrasi ternyata nama saya ada di daftar black list, lalu saya diinterview panjang lebar selama satu jam-an tentang riwayat hidup saya dan dipertanyakan hubungan saya dengan orang yang tidak saya kenal bernama Indra M,” tulis Suryo Prabowo.

Penolakan terhadap nama Suryo Prabowo ini terjadi menjelang kedatangan Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong ke Indoensia pada 24-26 Agustus 2016 mendatang. Di Indonesia, PM Lee Hsien Loong dijadwalkan akan bertemu dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada 25 Agustus 2016 di Semarang.

Letjen TNI (Purn) Suryo Prabowo merupakan alumni AKABRI (sekarang Akmil) tahun 1976, dengan penghargaan Adhi Makayasa dan Tri Sakti Wiratama sebagai taruna lulusan terbaik.

Suryo Prabowo pernah menjabat sebagai Wakil Gubernur Timor Timur pada 1998. Pada 2008, Suryo Prabowo dipercaya menjadi Pangdam Jaya/Jayakarta. Lantas pada 1 April 2011-30 Juni 2012, Suryo Prabowo diangkat menjadi Kepala Staf Umum Tentara Nasional Indonesia menggantikan Marsdya TNI Edy Harjoko.

Pada ajang Pilpres 2014 lalu, posisi Suryo Prabowo adalah pendukung Prabowo Subianto yang berseberangan Jokowi.

Terkait pencekalan Suryo Prabowo, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengaku telah mengirimkan surat kepada Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) agar menyampaikan nota protes kepada Pemerintah Singapura.

“TNI sudah berkoordinasi, begitu juga Kepala BAIS sudah menyampaikan protesnya kepada Atase Pertahanan yang ada di Indonesia,” kata Gatot, seusai membuka Kejurnas Karate Piala Panglima TNI Ke-IV Tahun 2016, di GOR Mabes TNI Cilangkap, Jakarta, Jumat (19/8/2016).
(Samsul Arifin)

x

Check Also

Ditolak Masuk ke AS, Ini Reaksi Panglima TNI

Ditolak Masuk ke AS, Ini Reaksi Panglima TNI

Jakarta – Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mengaku kecewa dengan sikap Amerika Serikat yang menolak ...