Home > Ragam Berita > Nasional > MUI Masih Kurang Puas Dengan Permintaan Maaf Ahok

MUI Masih Kurang Puas Dengan Permintaan Maaf Ahok

Jakarta – Maruf Amin selaku etua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat mendesak Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) untuk memperjelas maksud permintaan maaf terkait perkataannya mengenai kitab suci Al-Quran Surat Al Maidah ayat 51.

MUI Masih Kurang Puas Dengan Permintaan Maaf Ahok

“Maksudnya (Ahok) minta maaf atas kesalahannya dia atau minta maaf karena telah menimbulkan kegaduhan tetapi tidak merasa bersalah. Hal itu yang perlu diperhatikan dan diperjelas,” kata Maruf ditemui di Gedung MUI, Jakarta, Rabu (12/10/2016).

Dirinya mengatakan, permintaan maaf yang sebelumnya telah disampaikan Ahok tersebut tidak kemudian menghentikan tindak lanjut pemeriksaan kepolisian mengenai laporan dugaan pelanggaran Pasal 156 ayat a KUHP tentang Penistaan Agama.

“Kalau orang minta maaf, kita biasanya akan memaafkannya. Tetapi terkait kasus ini, proses hukumnya tetap jalan karena ini masalah yang menyangkut umum,” kata Maruf.

Sebelumnya, Ahoh yang akan mengikuti pemilihan kepala daerah tahun depan, meminta maaf kepada umat Islam soal perkataannya yang menyebut Al Quran Surat Al Maidah ayat 51 di hadapan warga Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu pada 27 September 2016.

Ahok mengakui ucapannya menimbulkan kegaduhan dan menyinggung perasaan umat Islam. “Yang pasti, saya sampaikan kepada umat Islam atau orang yang tersinggung, saya mohon maaf,” kata Basuki di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (10/10/2016).

Ahok menegaskan jika dirinya tidak bermaksud menyinggung perasaan umat Islam apalagi sampai menistakan agama.

“Tidak ada maksud saya melecehkan Al Quran. Kalian bisa lihat suasananya seperti apa. Orang Pulau Seribu pun tidak ada satu pun yang tersinggung, kami tertawa-tawa kok. Niatnya waktu itu hanya ingin menunjukkan, sebetulnya saya enggak mau orang yang punya tafsiran seperti itu bingung,” tegasnya. (Yayan – harianindo.com)

x

Check Also

Inilah Alasan Djarot Tidak Mau Berikan Gaji kepada Staf Ahli DPRD DKI

Inilah Alasan Djarot Tidak Mau Berikan Gaji kepada Staf Ahli DPRD DKI

Jakarta – Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat menolak membiayai gaji tenaga ahli anggota Dewan ...