Home > Ragam Berita > Nasional > Bejat, Guru di Bontang Ajak Siswa SD Nonton Film Panas

Bejat, Guru di Bontang Ajak Siswa SD Nonton Film Panas

Bontang – Citra dunia pendidikan kembali tercoreng karena salah seorang oknum yang berkelakuan bejat.  Sebagai guru di Bontang, Kalimantan Timur, Romeo (bukan nama sebenarnya) seharusnya bisa menunjukkan teladan yang positif bagi anak didiknya.

Bejat, Guru di Bontang Ajak Siswa SD Nonton Film Panas

Ilustrasi

Sayangnya, dia justru melakukan hal sebaliknya. Romeo tega melakukan perbuatan asusila terhadap Raja (11, bukan nama sebenarnya). Kasatreskrim Polres Bontang Iptu Rihard Nixon mengatakan, peristiwa tersebut terjadi ketika jam sekolah berakhir.

Raja diketahui memiliki kebiasaan menunggu temannya yang menuntut ilmu di sekolah yang berbeda. Romeo lantas menghampiri bocah yang masih duduk di bangku sekolah dasar (SD) tersebut untuk meminta bantuan berkenaan dengan perkerjaannya. Sang korban pun tak menolak ajakan dari pelaku karena dijanjikan bakal diberi upah berupa uang.

“Keadaan ruang guru saat itu sepi. Apalagi lokasinya di salah satu sudut bangunan sekolah. Lalu, korban menanyakan pekerjaan yang akan diselesaikannya. Namun, pelaku justru memberikan video konten dewasa. Setelah itu pelaku melakukan pelecehan dengan menyentuh alat vital korban,” terang Rihard sebagaimana dilansir Prokal, Jumat (16/6/2017).

Kasus tersebut akhirnya terbongkar setelah orang tua korban merasa curiga ketika menemukan duit di dalam tas anaknya. Padahal, waktu itu orang tua tidak memberikan uang saku lantaran korban sedang berpuasa. Akhirnya, korban mengaku diberi uang oleh pelaku.

Raja juga menceritakan kejadian miris yang dialaminya tersebut. Merasa tak terima atas perlakukan kepada anaknya, Orang tua korban lalu melaporkan pelaku kepada ketua RT setempat. Selanjutnya, ketua RT membawa aduan warganya tersebut ke pihak kepolisian.

Baca Juga : Pemudik Jalur Laut Mulai Padati Pelabuhan di Batam

“Menurut pengakuan korban kasus pelecehan tersebut sudah empat kali terjadi. Namun, pelaku mengaku baru dua kali. Terakhir pelaku mengatakan hanya bergurau mengolok alat vital korban. Namun, kasus ini masih kami selidiki lebih lanjut,” tutur Rihard.

(bimbim – harianindo.com)

x

Check Also

Dituding Halang-halangi Proses Penyidikan, KPK Bakal Usut Pengacara Setya Novanto

Dituding Halang-halangi Proses Penyidikan, Pengacara Setya Novanto Bakal Diusut KPK

Jakarta – Sepertinya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bakal menindaklanjuti dengan serius terkait dengan banyaknya laporan ...