Home > Olahraga > Balap > Hamilton Nilai Mercedes Memiliki Banyak Masalah yang Harus Dibenahi

Hamilton Nilai Mercedes Memiliki Banyak Masalah yang Harus Dibenahi

Selangor – Finis urutan kedua nyatanya bukan hasil yang memuaskan bagi pembalap asal Inggris, Lewis Hamilton. Menjadi driver kebanggaan Tim Mercedes, Hamilton sendiri tampil sebagai runner-up dalam gelaran balap Formula One (F1) Grand Prix (GP) Malaysia 2017.

Hamilton Nilai Mercedes Memiliki Banyak Masalah yang Harus Dibenahi

Lewis Hamilton

Melihat hasil race yang dihelat Minggu 1 Oktober 2017, Hamilton menegaskan Mercedes masih memiliki pekerjaan rumah (PR) yang harus diselesaikan. Pada gelaran GP Malaysia 2016, Hamilton malah tidak menyelesaikan balapan. Dari 56 lap, ia pensiun dini di lap ke-40 karena masalah mesin.

Dalam GP Malaysia 2017, Hamilton yang meraih pole position pun bersaing cukup sengit dengan Max Verstappen yang di akhir balapan finis terdepan dan mencuri 25 poin. Hamilton kembali menegaskan Mercedes harus berbenah agar dirinya bisa mendapat poin krusial di race tersisa.

“Saya merasa hebat, tapi tentunya tim punya tugas yang harus diselesaikan dengan mobilnya. Terlebih, kami tidak memiliki kecepatan terhebat selama balapan maupun sepanjang akhir pekan di Malaysia ini,” tegas Hamilton sebagaimana diberitakan Crash pada Selasa (3/10/2017).

“Banyak pekerjaan tersisa yang harus dibenahi dan masih ada cukup banyak race ke depa, di mana saya merasa yakin bisa mencuri poin. Sure, Mercedes bisa mengamankan klasemen, tapi kami harus terus menekan,” timpal pembalap sensasional berusia 32 tahun itu.

Berjuang di GP 2017, Hamilton masih tidak terkalahkan di klasemen sementara F1. Sebanyak 10 kali tampil di podium, Hamilton kukuh di puncak dengan 281 poin, sementara Verstappen yang mengalahkannya di Malaysia berada di urutan enam klasemen dengan 93 poin. (Tita Yanuantari – harianindo.com)

x

Check Also

Abiteboul Nilai Renault Telah Lakukan Blunder

Abiteboul Nilai Renault Telah Lakukan Blunder

Enstone – Direktur Renault F1, Cyril Abiteboul, mengaku telah memilih keputusan yang pahit dengan melepaskan ...