Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami kasus dugaan suap proyek pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) tahun anggaran 2017-2018 yang digarap Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-PR).

KPK Terus Dalami Kasus Dugaan Suap SPAM

Salah satu yang ditelisik adalah proses pelaksanaan pengadaan hingga aliran suap atas proyek SPAM di sejumlah daerah. Penyidik pada hari ini telah memeriksa empat saksi yang merupakan PNS di Kementerian PUPR. Dari keempatnya, penyidik mengonfirmasi soal kucuran dana dari PT WKE untuk sejumlah pejabat Kementerian PUPR.

“Dari sejumlah saksi, pengeluaran dari PT WKE yang diduga untuk menyuap sejumlah pejabat ke Kementerian PUPR terus dikembangkan,” kata juru bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK, Jakarta, Senin (11/2/2019).

Febri mengingatkan kepada para pejabat Kementerian PUPR yang menerima suap proyek SPAM untuk segera mengembalikan uang tersebut ke KPK. Lembaga antirasuah menghormati pejabat Kementerian PUPR yang bersikap kooperatif dan menghormati proses hukum.

“Hal tersebut akan menjadi bagian dari berkas perkara dan sikap koperatif tersebut tentu dihargai secara hukum,” jelasnya.

Delapan orang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini. Sebagai pihak pemberi yakni Direktur Utama PT Wijaya Kesuma Emindo (WKE) Budi Suharto, Direktur PT WKE Lily Sundarsih, Direktur PT Tashida Sejahtera Perkasa (TSP) Irene Irma, Direktur PT TSP Yuliana Enganita Dibyo.

Kemudian sebagai pihak penerima, Kepala Satuan Kerja SPAM Strategis atau Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) SPAM Lampung Anggiat Partunggul Nahot Simaremare, PPK SPAM Katulampa Meina Woro Kusrinah, Kepala Satuan Kerja SPAMDarurat Teuku Moch Nazar, dan PPK SPAM Toba I Donny Sofyan Arifin.

Total barang bukti yang diamankan dalam kasus ini uang sebanyak Rp3,3 miliar, 23.100 dolar Singapura, dan USD3.200. Dalam kasus ini, Anggiat, Meina, Nazar dan Donny diduga menerima suap untuk mengatur lelang terkait proyek pembangunan SPAM tahun 2017-2018 di Umbulan 3 Pasuruan, Lampung, Toba 1 dan Katulampa. (Tita Yanuantari – harianido.com)