Lumajang – Berbicara tentang keindahan alam, Kabupaten Lumajang adalah tempatnya. Di samping memiliki negeri di atas awan, Kabupaten Lumajang juga mempunyai wisata alam air terjun yang keindahannya tak kalah dengan air terjun Niagara di Amerika. Air terjun Tumpak Sewu namanya.

Air Terjun Tumpak Sewu, Destinasi Wisata Lumajang yang Tidak Kalah dengan Niagara

Air Terjun Tumpak Sewu

Popularitas Air Terjun Tumpak Sewu sebagai Niagara Jawa Timur bukan tanpa sebab. Lebarnya aliran air terjun ini memang mengingatkan masyarakat pada Niagara Waterfall. Lokasi kedua air terjun ini juga sama-sama di perbatasan. Bedanya, Niagara berada di perbatasan negara, antara Amerika Serikat dan Kanada. Namun jika ditilik dari debit airnya, memang berbeda jauh.

Keindahan Air Terjun Tumpak Sewu yang sangat indah ini mengundang wisatawan baik domestik maupun mancanegara yang ingin melihat langsung air terjun Niagara versi Indonesia. Dengan banyaknya wisatawan yang datang, membuat Polres Lumajang juga selalu turun ke lokasi guna memberikan rasa aman dan tenang bagi para wisatawan.

Kapolres Lumajang Ajun Komisaris Besar Polisi Muhammad Arsal Sabhan menyebut, Air Terjun Tumpak Sewu ini memang sangat mempesona keindahannya. Tak heran banyak sekali wisatawan yang datang.

Ia pun menuturkan akan membantu agar obyek wisata Tumpak Sewu atau Niagara-nya Indonesia ini selalu aman dan kondusif. Tak hanya itu, ia juga akan membantu supaya objek wisata Tumpak Sewu bisa semakin dikenal baik secara lokal hingga ke mancanegara.

Sementara itu, Air Terjun Tumpak Sewu atau disebut juga Coban Sewu adalah sebuah air terjun berketinggian sekitar 120 meter yang merupakan air terjun terindah di Pulau Jawa dan Indonesia. Air Terjun Tumpak Sewu memiliki formasi unik karena memiliki aliran air yang melebar seperti tirai sehingga termasuk dalam tipe air terjun Tiered.

Lokasi Air Terjun Tumpak Sewu ada di dalam sebuah lembah curam memanjang dengan elevasi 500 meter di atas permukaan air laut. Air Terjun Tumpak Sewu terbentuk di aliran Sungai Glidih yang berhulu di Gunung Semeru. (Tita Yanuantari – harianindo.com)