Jakarta – Marco Kusumawijaya, selaku anggota Tim Gubernur dalam rangka Percepatan Pembangunan (TGUPP) DKI Jakarta memposting cuitan yang mencuri perhatian banyak warganet.

Marco memposting cuitan guna menanggapi video viral preman di Tanah Abang, Jakarta Pusat, tetapi memiliki maksud yang kontras.

Marco melalui akun @EL_Atheos, menyinggung Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Marco Kusumawijaya terkait video pemalakan di Tanah Abang.

Marco Kusumawijaya memohon agar @EL_Atheos untuk menanyakannya pada pendahulu Anies Baswedan, Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok.

Cuitan Marco Kusumawijaya – (Twitter/@mkusumawijaya)

“Wah ya harus tanya Gubernur Jakarta tahun 2016, asal video ini,” jawabnya.

Warganet mengirim tautan berita yang membuktikan bahwa peristiwa di video itu baru saja terjadi di pekan ini, bukan pada 2016. Seketika Marco mengakui, dan perkiraannya tidak tepat, dengan menuliskan, “Pernah lihat yang serupa. Lain kali mengadu ke kanal-kanal ini (pengaduan resmi Pemprov DKI Jakarta -red) aja supaya jelas tercatat dan ada yang bertugas verifikasi.”

Marco Kusumawijaya mengganti tulisan yang ia tuliskan sebelumnya, menyangkut gubernur.

“Yang salah premannya, bukan gubernurnya, yang mana pun,” cuitnya.

Beda pernyataan Marco Kusumawijaya yang terpaut tak sampai 24 jam itu seketika disoroti warganet, salah satunya @Anak_Perantau_.

Akun tersebut mengicaukan sindiran terhadap Marco Kusumawijaya sambil me-mention politikus Demokrat Ferdinand Hutahaean, yang hanya memberi tanggapan singkat, “Aku ngguyu sek yo.” (NRY-harianindo.com)