Home > Ragam Berita > Nasional > Simak, Inilah Warisan Utang Para Presiden Kita Dari Soekarno Hingga SBY

Simak, Inilah Warisan Utang Para Presiden Kita Dari Soekarno Hingga SBY

Jakarta – Indonesia adalah sebuah negeri yang sedang berkembang. Pembangunan pun dilakukan ke seluruh pelosok negeri. Ya, hal tersebut pun tidak terlepas dari sosok para pemimpin negeri ini. Namun, tahukah Anda jika beberapa pemimpin negeri ini lengser dengan meninggalkan utang dengan jumlah yang luar biasa?

Simak, Inilah Warisan Utang Para Presiden Kita Dari Soekarno Hingga SBY

Kondisi tersebut telah terjadi sejak masa Presiden Soekarno. Hingga mantan Presiden SBY lengser dan digantikan Jokowi pun, utang tersebut masih belum lunas.

Diawali dengan Presiden Soekarno. Beliau lengser dari jabatan dengan meninggalkan utang mencapai USD 6,3 miliar. Jumlah utang tersebut pun diturunkan kepada presiden pengganti. Yakni, Soeharto.

Sebagaimana diketahui, pada zaman orde baru, beberapa pembangunan pun terjadi. Namun, muncul kasus korupsi saat Presiden Soeharto menjabat. Dengan dalih pembangunan, utang Indonesia pun semakin membengkak. Ya, totalnya pun sangat fantastis. Yakni, mencapai sekitar USD 151 miliar. Jumlah itu meningkat USD 144,7 miliar dari jumlah sebelumnya.

Setelah demo besar-besaran di era 1998, akhirnya Presiden Soeharto digantikan dengan B.J. Habibie. Meski hanya menjabat dalam waktu singkat, yakni 17 bulan, beliau mampu membayar utang negara. Memang, jumlahnya tidak banyak. Namun, hal tersebut cukup membantu.

Sebagaimana pantauan Harian Indo pada Selasa (24/5/2016), Habibie dapat membayar utang negara sebesar USD 3 miliar. Nah, totalnya pun berkurang dari USD 151 miliar menjadi USD 148 miliar.

Kemudian, tren positif pun berlanjut di era Gus Dur. Beliau menggantikan Habibie melalui pilpres. Presiden yang satu ini pun melakukan hal sama dengan presiden sebelumnya. Memang, totalnya tidak sampai bisa melunasi seluruh utang negara. Setidaknya, jumlahnya kali ini cukup besar. Yakni, sekitar USD 9 miliar. Artinya, utang negara hingga Gus Dur lengser turun menjadi USD 139 miliar. Penurunan yang cukup fantastis, mengingat beliau hanya menjabat 21 bulan.

Megawati pun diangkat menjadi presiden menggantikan Gus Dur. Di era presiden perempuan kali pertama ini, Indonesia kembali menambah utang. Namun, jumlahnya tidak sebanyak yang dilakukan Presiden Soeharto. Mulai menjabat hingga Lengser, Megawati hanya menambah hutang USD 2 miliar. Jadi, total utang Indonesia mencapai USD 141 miliar.

Nah, angka utang yang lebih fantastis sebenarnya bukan ditorehkan mantan Presiden Soeharto. Ya, utang terbesar terjadi selama masa pemerintahan Presiden SBY. Jumlahnya pun tidak tanggung-tanggung. Yakni, mencapai USD 150 miliar. Artinya, total utang negeri ini mencapai USD 291 miliar.

Jika dibandingkan dengan pemerintahan Presiden Soeharto selama 32 tahun dengan utang USD 144,7, tentu yang dilakukan SBY lebih parah. Bayangkan saja, dalam tempo 10 tahun menjabat (dua periode), dia menambah utang USD 150 miliar.

Sebagaimana diketahui, di era presiden SBY, Anda tentu mengetahui proyek Hambalang yang tidak rampung karena dugaan korupsi. Selain itu, sang pemimpin pun pernah berkoar minta gajinya dinaikkan. Nah, kini apakah Anda curiga uang tersebut dikorupsi?

Kini negeri ini diperintah oleh Presiden Jokowi. Dia memimpin negeri ini dengan warisan utang dari para pendahulunya. Jumlahnya pun sangat fantastis. Yakni, USD 291 miliar. Nah mampukah Presiden Jokowi mencicil atau bahkan melunasi utang tersebut? Kita nantikan saja. (Tita Yanuantari – harianindo.com)

x

Check Also

Novel Baswedan Bantah Kesaksian yang Diberikan Miryam Dalam Sidang

Novel Baswedan Bantah Kesaksian yang Diberikan Miryam Dalam Sidang

Jakarta – Penyidik Komisi Pemverantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan membantah kesaksian mantan anggota Komisi II ...

12465455_10205256660160520_652338149_o

Follow Kami Di Line @harianindo Friends Added

Portal Berita Indonesia

Saran dan Masukan Selalu Kami Tunggu Untuk Kami Membangun Portal Media Ini Agar Bisa Menjadi Lebih Baik Lagi. Hubungi Kami Jika Ada Saran, Keluhan atau Masukan Untuk Kami. Untuk Pemasangan Iklan Silahkan Kontak Kami di Page Pasang Iklan.

Aktual, Faktual dan Humanis