Home > Gaya Hidup > Kesehatan > Simak, Dr Farhat Surya SpKK Bagikan Tips Merawat Kulit Sensitif

Simak, Dr Farhat Surya SpKK Bagikan Tips Merawat Kulit Sensitif

Surabaya – Kulit sensitif menurut ilmu dermatologi dibagi menjadi 2 yaitu sensitif iritan dan sensitif alergi. Dalam ilmu dermatologi disebutkan kecenderungan untuk dermatitis kontak iritan atau dermatitis kontak alergi.

Simak, Dr Farhat Surya SpKK Bagikan Tips Merawat Kulit Sensitif

Sensitif Iritan

Menurut Dr Farhat Surya Ningrat SpKK, tipe kulit yg sering cenderung menjadi sensitif iritan adalah tipe kulit kering. Tipe kulit kering adalah tipe kulit dengan yg sering mengalami dehidrasi ditandai dengan kulit kering kasar bersisik adanya garis halus pada kulit. Kulit dengan sensitif iritan ini akan rentan terhadap terhadap bahan-bahan yang mudah mengiritasi seperti asam basa kuat, alkhohol, bahan detergen, pemutih, dan pestisida.

Perawatan pada pemilik jenis kulit ini menurut pria alumnus SMA Negeri 2 Surabaya tersebut adalah dengan menghindari paparan serta mengembalikan rehidrasi kulit dengan pemakaian pelembab serta emolien. Penggunaa antiseptik dan sabun atau detergen yg mengiritasi sebaiknya dihindari. Jika terdapat keluhan gatal atau kemerehan diberikan obat-obat anti alergi.

Sensitif Alergi

Dr Farhat menjelaskan kondisi ini dapat terjadi pada berbagai kondisi kulit. Bisa kulit berminyak, normal, dan kering. Reaksi sensitif alergi terjadi biasanya akibat pada kontak dengan zat yang sensitif dan biasanya hanya mengenai orang tertentu. Karena itu hati-hati dengan bahan logam, nikel (seperti jam tangan), karet, latek, parfum, dan pewarna.

Pada prinsipnya terapi pada kondisi sensitif alergi sama dengan sensitif iritan yaitu dengan menghindari paparan kontak dan pemberian obat2an anti iritasi. Yang membedakan rehidrasi kulit dengan pelembab tidak diperlukan kecuali jika ada tanda-tanda kulit kering.

Lalu, untuk membedakan pasien termasuk sensitif alergi atau iritan menurut dokter yang juga penanggung jawab klinik kecantikan kulit di Surabaya tersebut dilalukan dengan uji tempel. Uji tempel dilakukan dengan menempelkan bahan yang dicurigai kemudian dibaca pada setelah 24 jam, 48 jam, dan 72 jam. Dilihat polanya kemudian dinilai. (Hendy – harianindo.com)

x

Check Also

Tanda-Tanda Haid Tidak Normal

Tanda-Tanda Haid Tidak Normal

Jakarta – Haid yang disertai dengan tanda serta gejala-gejala yang tidak bisa patut diwaspadai. Demi ...

12465455_10205256660160520_652338149_o

Follow Kami Di Line @harianindo Friends Added

Portal Berita Indonesia

Saran dan Masukan Selalu Kami Tunggu Untuk Kami Membangun Portal Media Ini Agar Bisa Menjadi Lebih Baik Lagi. Hubungi Kami Jika Ada Saran, Keluhan atau Masukan Untuk Kami. Untuk Pemasangan Iklan Silahkan Kontak Kami di Page Pasang Iklan.

Aktual, Faktual dan Humanis