Home > Unik > Meski Memiliki IQ 130, Bintang Panas Shizuka Minamoto Tetap Ditolak Kerja

Meski Memiliki IQ 130, Bintang Panas Shizuka Minamoto Tetap Ditolak Kerja

Tokyo – Perusahaan Goldman Sachs yang berbasis di New York dan sayap perusahaan raksasa Jepang, Wall Street, menolak lamaran kerja seorang wanita Jepang bernama Shizuka Minamoto.

Meski Memiliki IQ 130, Bintang Panas Shizuka Minamoto Tetap Ditolak Kerja

Walaupun pihak manajemen mengakui kecerdasan wanita itu, yang digambarkan sebagai mahasiswi cemerlang dengan IQ 130, lamaran Minamoto tetap saja ditolak.

Penolakan tersebut lantaran latar belakang Minamoto yang pernah berperan sebagai bintang film porno saat masih remaja, atau anak di bawah umur.

Selama masih duduk di sebuah perguruan tinggi di negaranya, Minamoto pernah membintangi film dewasa saat masih berusia 18 tahun.

Minamoto melamar kerja sebagai soerang bankir di Goldman Sachs di Tokyo, ibu kota Jepang. Namun, penampilannya diduga telah melanggar kode etik seabgai bankir.

Orang dalam di industri film dewasa mengatakan pada MailOnline, Kamis (9/6/2016), Minamoto sebenarnya tidak mencari uang atau ketenaran dengan main film dewasa.

ā€œDia tipe orang yang penasaran. Dia juga tidak punya pacar ketika dia pertama kali ditemukan di dunia audio visual, saat dia berusia 18 tahun,” seperti dikutip Ibtimes.

Minamoto rupanya telah berusaha untuk menjaga videonya agar tidak muncul di internet. (Yayan – harianindo.com)

x

Check Also

Tak Hanya Makan Rumput, Kambing Ini Makan Uang kertas dan Rendang

Tak Hanya Makan Rumput, Kambing Ini Makan Uang kertas dan Rendang

BOGOR ā€“ Berbeda dari kambing lain pada umumnya, kambing betina milik Tati (49) ini tebilang ...

12465455_10205256660160520_652338149_o

Follow Kami Di Line @harianindo Friends Added

Portal Berita Indonesia

Saran dan Masukan Selalu Kami Tunggu Untuk Kami Membangun Portal Media Ini Agar Bisa Menjadi Lebih Baik Lagi. Hubungi Kami Jika Ada Saran, Keluhan atau Masukan Untuk Kami. Untuk Pemasangan Iklan Silahkan Kontak Kami di Page Pasang Iklan.

Aktual, Faktual dan Humanis