Home > Hiburan > Gosip > Inilah Penyebab Prisia Nasution Tuai Kecaman Kecaman

Inilah Penyebab Prisia Nasution Tuai Kecaman Kecaman

Jakarta – Setelah lama menghilang dari pemberitaan media, Artis Prisia Nasution kembali disorot. Namun, bukan karena perestasinya namun karena cuitannya di sosial media yang menyinggung SARA.

Inilah Penyebab Prisia Nasution Tuai Kecaman Kecaman

Prisia Nasution

Layaknya mencari sensasi ditengah gejolak di Tanah Air, Prisia Nasution menyindiri ummat Islam yang berpenampilan Syari’at.

“Semua orang berpakaian seperti orang Arab, bendera ditulisakan tulisan arab, adat istiadat arab, kenapa ngga pada pindah aja ya?” tulis akun pribadi @itsPrisia.

Sebagaimana pantauan Harian Indio pada Senin (23/1/2017), cuitan ini memancing kemarahan Ummat Islam, sebab perintah berpakaian syar’h bukan dari Arab, namun dari Alqu’an sebagai kitab suci itu sendiri.

Hingga kini sejumlah komentar pedas menghujatnya di tiwitter dengan berbagai argumen.

“Hehe..anda pake pakaian ala eropah, berbudaya ala eropa, pemikiran ala eropa, pindah aja ke eropah…….hahaha…kl ndak salah anda juga pakaian suka pakai bulu hewan, tingkah jingkrak jingkrak gak karuan ala hewan, rasa malu dah tipis kayak hewan, knapa anda ndak sekalian jadi anggota kebun binatang aja haha, goblok dipiara,” cuit akun @Rafi Junaifi.

“coba tanya pada diri anda sendiri, ilmu agama anda sejauh apa. Terakhir baca alqur’an kapan?” tulis akun @benall8. (Tita Yanuantari – harianindo.com)

x

Check Also

Ve JKT48 Ternyata Ingin Menjadi Tokoh Komik

Ve JKT48 Ternyata Ingin Menjadi Tokoh Komik

Jakarta – Member JKT48 Team J, Jessica Veranda (Ve) mengungkapkan jika dirinya adalah pengagum berat ...

12465455_10205256660160520_652338149_o

Follow Kami Di Line @harianindo Friends Added

Portal Berita Indonesia

Saran dan Masukan Selalu Kami Tunggu Untuk Kami Membangun Portal Media Ini Agar Bisa Menjadi Lebih Baik Lagi. Hubungi Kami Jika Ada Saran, Keluhan atau Masukan Untuk Kami. Untuk Pemasangan Iklan Silahkan Kontak Kami di Page Pasang Iklan.

Aktual, Faktual dan Humanis