Home > Ragam Berita > Nasional > Fahri Hamzah Bela Setya Novanto Dengan Ungkapkan Fakta-Fakta Ini Melalui Twitter

Fahri Hamzah Bela Setya Novanto Dengan Ungkapkan Fakta-Fakta Ini Melalui Twitter

Jakarta – Ketua DPR Setya Novanto kini resmi menjadi tahanan KPK setelah pihak Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) memberikan rekomendasi bahwa Ketua Umum Golkar ini sudah cukup sehat untuk dibawa pulang.

Fahri Hamzah Bela Setya Novanto Dengan Ungkapkan Fakta-Fakta Ini Melalui Twitter

Pasca ditahannya Setya Novanto, banyak pihak yang tadinya cukup gencar membela Novanto kini satu-satu seakan ‘menghilang’.

Namun ada rekan Novanto di legislatif yang masih ‘setia’ membelanya. Dia adalah Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah.

Dalam sejumlah tweetnya, Fahri Hamzah mengungkapkan bahwa dirinya telah diingatkan oleh sejumlah rekan, bahkan keluarganya untuk berhenti membicarakan Setya Novanto, namun ia merasa perlu untung berbicara karena Setya Novanto masih menjabat sebagai Ketua DPR dan kawan lamanya.

Berikut beberapa cuitan Fahri Hamzah terkait Setya Novanto:

“Setelah SN dipaksa menjadi tersangka ada bagusnya saya menulis kesan saya kepada situasi sekarang. #TragediSN.”

“Sebab Ada banyak orang yang menelpon saya atau bertemu Saya meminta agar saya berhenti berbicara tentang Setya Novanto. #TragediSN.”

“Sebab katanya itu membuat saya nampak membelanya. Dan membela Setya novanto hari ini adalah kejahatan luar biasa. #TragediSN.”

“Saya dinasehati agar menjaga nama baik dan memikirkan masa depan yang bisa hancur oleh sesuatu yang nampak bersimpati kepada orang yang dianggap koruptor kelas kakap ini. #TragediSN”

“Lama saya memikirkan ini, karena teguran bahkan juga masuk melalui rumah. Luar biasa pikiran saya, padahal memang saya tidak mengenal siapa SN sampai saya menjadi pimpinan DPR bersamanya sejak akhir 2014. #TragediSN.”

“Kata teman saya, “menjadi anggota DPR saja sudah merusak citramu apalagi kemudian menjadi pembela ketua DPR bernama Setya novanto, bisa hancur lu ri”, demikian nasehat bernada kecaman. #TragediSN.”

“Tapi bismillah, saya percaya kepada hati saya. Saya percaya bahwa Setelah pengadilan manusia dan negara, ada yang lebih penting yaitu pengadilan Allah di akhirat kelak. Pengadilan yang lebih akurat dan adil serta tempat ketika kita tidak bisa mengelak dan berbohong.
#TragediSN”

“Karena mana mungkin juga saya berhenti berbicara tentang Setya novanto. Semua orang sedang membicarakannya. #TragediSN”

“Pertama dia pimpinan DPR dan sampai sekarang dia masih pimpinan DPR. Saya juga pimpinan DPR dan sebagai wakil saya juga merasa bahwa situasi harus dijelaskan.#TragediSN”

“Kalau dalam penjelasan saya nampak membela semata-mata karena azas praduga tak bersalah masih berlaku. Dia sudah tersangka dan ditahan tapi azas itu berlaku sampai ujung waktu. #TragediSN”

“Kedua, dia telah menjadi teman saya. Dan saya harus terima dia dengan segala kelemahan dan kelebihan ya. Teman adalah teman dan kesetiaan ditunjukkan dalam keadaan susah. Orang susah jangan ditinggal. Paling tidak kita temani dengan doa. #TragediSN”

“Saya tidak pernah hadir sekalipun dalam pesta Setya novanto kecuali pesta anaknya menikah. Saya tidak punya bisnis dan saya tidak punya urusan keuangan dengan Setya novanto. Berkali dia ingin membantu saya secara keuangan saya kembalikan.
#TragediSN”

“Karena sejak awal saya tidak mau pekerjaan kita melampaui profesionalisme. Saya juga sering memberikan masukan sebab saya merasa beliau banyak salah menempatkan posisi bisnisnya dan teman bisnisnya dari masa lalu. #TragediSN”

“Saya nasehati persoalan Aturan dan etika agar dia membatasi diri. Tetapi saya tidak tahu asalkan itu tidak terjadi di tenoat kerja saya maklumi. Itulah hidup dia dulu.
Jangan lupa, dia pengusaha bukan pegawai negeri. #TragediSN”

“Orang lupa, politisi adalah jabatan yang diisi oleh rakyat pada umumnya. Ada mantan guru, polisi, TNI, dokter, pegawai, pensiunan, juga pengusaha dan pedagang. Maka Gaya hidup politisi memang tidak bisa dibuat standar seperti pegawai negeri. #TragediSN”

“Apalagi anggota legislatif, jumlahnya banyak karena mewakili seluruh rakyat Indonesia. Dari sabang sampai Merauke berwarna warni. #TragediSN”

“Di seluruh dunia, kamar legislatif tercipta untuk itu, mewakili wajah seluruh rakyat tanpa terkecuali. Ada yang kiri ada yang kanan. Ada yang progresif ada lamban, ada yang modern ada yang tradisional dan ada yang konservatif juga liberal. Semua ada.#TragediSN”

“Mungkin secara moral juga demikian. Maka wajah legislatif adalah wajah rakyat yang sempurna. Tidak bisa disederhanakan karena akan mengurangi makna representasi sekaligus keindahannya. Demokrasi adalah tentang mengelola kerumitan. #TragediSN”

“Di negara demokrasi, azas representasi ini sangat disadari bahkan menjadi sumber kekuatan. Ini adalah daulat rakyat karena siapapun mereka adalah pilihan rakyat untuk merepresentasikan apapun yang ada pada mereka. #TragediSN”

“Tradisi ini dijaga kekuatannya dan keunggulannya sampai2 kepada mereka diberikan kekuatan dan kekebalan. Kamar ini bertugas menjaga dan menyeimbangi jalannnya negara. #TragediSN”

“Kamar legislatif lahir oleh kesadaran bahwa di sebelah sana ada eksekutif yang mengelola hampir 100% uang dan kekuasaan serta sumberdaya negara. Jika tidak ada wakil rakyat yang berdaulat maka korupsi dan kesewenangan akan lahir dan mengancam kehidupan bersama. #TragediSN”

“Inilah awalnya, demokrasi kita mengirim orang2 melalui pemilu dalam satu seleksi yang ketat. Setya Novanto adalah salah satu yang terpilih, berkali-kali dan akhirnya menjadi ketua DPR juga menjadi ketua umum partai terbesar nomor 2 di negeri ini. #TragediSN”

“Sampai terjadi tragedi ini, ia menjadi tersangka dan incaran berkali-kali. Pernah disadap secara ilegal lalu bangun dan menjadi. Itukah politisi SN. Itu kekuatannya juga kelemahannya. Tapi ini menjadi tragedi. Panjang ceritanya. #TragediSN
(samsul arifin – harianindo.com)

x

Check Also

Dana Bantuan Parpol DKI Naik 10 Kali Lipat, Kemendagri : Itu Berlebihan

Dana Bantuan Parpol DKI Naik 10 Kali Lipat, Kemendagri : Itu Berlebihan

Jakarta – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menilai kenaikan dana bantuan untuk pengurus partai politik (parpol) ...