Jakarta – Laptop merupakan perangkat elektronik yang telah menjadi bagian tak terpisahkan dari aktivitas manusia modern. Komputer portabel ini sangat berguna tidak hanya untuk bekerja, namun juga untuk hiburan. Begitu praktis dan nyamannya untuk digunakan, tak jarang para pengguna laptop kemudian memiliki kebiasaan untuk memangku laptopnya ketika bekerja atau beraktivitas lainnya. Tapi tahukah anda? Ternyata kebiasaan bisa menyebabkan masalah kesehatan.

Kebiasaan Memangku Laptop Buruk Bagi Kesehatan

Situs Majalah Kesehatan menyebutkan sedikitnya ada empat masalah kesehatan yang bisa timbul akibat kebiasaan memangku laptop. Antara lain adalah sebagai berikut:

1. Dermatitis
Ini merupakan gangguna kulit akibat terlalu lama (atau terlalu sering) menggunakan laptop dengan dipangku. Muncul sindrom kulit terpanggang, yang disebut juga erythema ab igne, pada kulit paha, warna kulit berubah kecoklatan seperti terpanggang, muncul bintik-bintik, dan terasa nyeri.

2. Matinya sel sperma
Panas yang dihasilkan laptop, terutama dalam waktu yang lama, dapat membunuh sel-sel sperma. Hal ini tentu sangat merugikan, terutama untuk pasangan suami-istri yang mengidamkan buah hati.

3. Nyeri punggung dan leher
Menggunakan laptop dengan cara dipangku membuat posisi tubuh cenderung membungkuk. Bila disertai posisi duduk yang sembarangan, dan berjalan dalam waktu yang lama, maka bisa menyebabkan nyeri punggung dan leher, akibat otot-otot di sekitar wilayah tersebut menjadi tertarik dan kemudian kaku.

4. Carpal tunnel syndrome
Disebut juga sindrome lorong karpal, merupakan gangguan di pergelangan tangan akibat saraf yang tertekan dan akhirnya memunculkan rasa nyeri, mati rasa, dan kesemutan. Saraf yang tertekan adalah saraf median yang berada di antara lengan bawah dan telapak tangan. Gangguan ini bisa muncul karena ukuran keyboard laptop yang memang biasanya cukup kecil dan rapat, ditambah mouse pad yang juga berukuran kecil, menyebabkan pergelangan tangan harus bekerja ekstra untuk melakukan pekerjaan yang bisa dibilang cukup membutuhkan presisi. Bila dilakukan dalam jangka panjang, maka sindrom atdi pun bisa muncul. Kasus terburuk dalam sindrom ini bahkan sampai membutuhkan pembedahan untuk memotong ligamen silang karpal.
(Tita Yanuantari – harianindo.com)