Jakarta – Jaksa Penuntut Umum dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkapkan daftar panjang 23 nama yang diduga menerima dana hibah dari Kementerian Pemuda dan Olahraga sejumlah total Rp 3,4 miliar.

Jaksa KPK Ungkap Daftar Panjang Yang Diduga Menerima Dana Hibah Kemenpora, Ada Nama Menpora

Daftar tersebut dibuat oleh Sekretaris Jenderal Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Ending Fuad Hamidy.

Dalam daftar itu, terdapat nama Menpora Imam Nahrawi sebagai pihak yang paling besar menerima dana hibah, yakni Rp 1,5 miliar.

JPU KPK mengungkapnya saat memeriksa Sekretaris Bidang Perencanaan dan Anggaran KONI Suradi yang menjadi saksi untuk Sekjen KONI Ending Fuad Hamidy dalam persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kamis (21/3/2019).

Berikut ini daftar nama yang diduga menerima uang :

1. M (Menteri Pemuda dan Olahraga) Rp1,5 miliar
2. Ul (Ulum-Kemenpora) Rp500 juta
3. Mly (Mulyana-Kemenpora) Rp 400 juta
4. AP (Adhi Purnomo-Kemenpora) Rp250 juta
5. Oy (Oyong-Kemenpora) Rp200 juta
6. Ar (Arsani-Kemenpora) Rp150 juta
7. Nus (Yunus-Kemenpora) Rp50 juta
8. Suf (Yusuf-Kemenpora) Rp50 juta
9. Ay Rp30 juta
10. Ek (Eko Triyanto-Kemenpora) Rp20 juta
11. FH Rp50 juta
12. Dad Rp30 juta
13. Dan Rp30 juta
14. Gung Rp30 juta
15. Yas Rp30 juta
16. Marm (Marno) Rp3 juta
17. Rad (Suradi-KONI) Rp50 juta
18. TW (Tusyono-KONI) Rp30 juta
19. EM (Emi-KONI) Rp15 juta
20. Syah (Sahid Nursyahid-KONI) Rp50 juta
21. Rif (Arif-KONI) Rp5 juta
22. Tan (Atam-KONI) Rp3 juta
23. Reg (KONI) 3 juta

Uang yang dibagikan tersebut senilai Rp3,439 miliar yang merupakan bagian dari dana hibah yang diberikan Kemenpora ke KONI, dengan nilai total Rp 17,971 miliar.

Dana yang dicairkan pada 13 Desember 2018 tersebut ditujukan untuk pengawasan dan pendampingan seleksi calon atlet dan pelatih atlet berprestasi tahun 2018.

“Kalau saya belum mendapatkan uangnya, kalau yang lain saya tidak tahu,” kata Suradi, dalam persidangan, Kamis (21/3/2019).

Suradi juga mengaku inisial ‘M’ dalam daftar itu kemungkinan Menpora Imam Nahrowi karena nilainya paling besar.

“Saya didiktekan inisial saja, tapi asumsi saya M itu menteri karena nilainya paling besar,” ungkap Suradi.
(samsularifin – harianindo.com)