Jakarta – Fachrul Razi, selaku Menteri Agama (Menag) menyatakan bahwa kelompok radikal adalah mereka yang sering mengkafirkan orang lain. Selain itu, Fachrul mengatakan bahwa kelompok tersebut sering berkomentar negatif terhadap umat agama lain.

“Kita bicara dari aspek agama, bahwa keyakinan bukan sebuah hal yang radikal. Kalau dia menjelek-jelekan agama lain, mengafir-ngafirkan, nah baru itu disebut radikal,” imbuhnya.

Di sisi lain, Fachrul mengatakan bahwa gerakan radikalisme agama harus jadi perhatian bersama. Fachrul percaya bahwa dampak buruk bisa langsung mempengaruhi kerukunan hidup antarumat beragama.

Fachrul tidak menilai orang yang memahami agama secara mendalam sama dengan kelompok radikal. Fachrul mengatakan bahwa pemahaman agama yang mendalam justru sebuah keharusan. Fachrul yakin toleransi antarumat beragama tercipta berkat pemahaman agama yang mendalam.

“Ini luar biasa dan betul-betul. Kalau orang takwanya tinggi tentu tidak akan begitu,” ucapnya.

Bahkan, Fachrul sempat mewacanakan penataran bagi para pendakwah. Ia berpendapat saat ini radikalisme, khususnya paham khilafah, sudah mulai menyebar lewat mimbar-mimbar masjid.

“Memang kita pasti dalam waktu dekat akan segera melakukan semacam penataran penceramah, ustaz. Bagi yang mau, yang enggak mau ya enggak apa-apa, silakan, kita enggak maksa,” kata Fachrul. (NRY-harianindo.com)