Home > Ragam Berita > Nasional > Yusril Pernah Menyebut Ahok Orang Sakti, Apa Sebabnya?

Yusril Pernah Menyebut Ahok Orang Sakti, Apa Sebabnya?

Jakarta – Pakar Hukum Tata Negara Yusril Ihza Mahendra suatu kali pernah menyebutkan bahwa Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama adalah seorang yang ‘sakti’.

Yusril Pernah Menyebut Ahok Orang Sakti, Apa Sebabnya?

Hal ini disebutkan oleh Ketua Umum Partai Bulan Bintang itu karena Ahok selalu lolos dari tuduhan para lawan politiknya yang ingin menjatuhkan dirinya dengan berbagai macam kasus hukum.

“Kalau orang sakti, enggak perlu berbuat apa-apa. Duduk-duduk saja, tenang-tenang saja, karena dia kebal atas segala hal, ya dia selamat, dia escape tanpa berbuat apa pun. Nah, itulah Pak Ahok,” kata Yusril pada Maret 2016 lalu.

Kasus pertama yang cukup heboh yang kemudian dikaitkan dengan Ahok adalah kasus pembelihan lahan milik RS Sumber Waras yang dilakukan oleh Pemprov DKI Jakarta. Saat itu DPRD DKI Jakarta bahkan mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk mengusut kasus ini.

Namun dalam perkembangannya, KPK tidak menemukan tindak pidana yang dilakukan oleh Pemprov DKI Jakarta dalam pembelian sebagian lahan milik RS Sumber Waras di Jakarta Barat.

Tidak lama kemudian, Ahok juga dipermasalahkan soal proyek reklamasi pantai utara Jakarta yang kemudian mereka menyebut Ahok sebagai Gubernurnya Podomoro karena kebijakan-kebijakan yang diambil oleh Ahok dinilai lebih menguntungkan pengembang.

Namun pada kenyataannya justru salah satu petinggi DPRD DKI Mohamad Sanusi yang harus menjadi tersangka KPK karena tertangkap tangan menerima suap dari pengembang proyek reklamasi.

Sedangkan kini Ahok kembali dijerat masalah hukum akibat pernyataannya sendiri yang dinilai telah menistakan agama terkait isi pidatonya di hadapan masyarakat di Kepulauan Seribu yang menyinggung soal Surat Al Maidah 51 pada September 2016 lalu.

Lantas Bareskrim pada Rabu (16/11/2016) mengumumkan secara resmi status tersangka kepada Ahok.

Sebelumnya, Ahok pernah mengatakan bahwa dirinya rela ditangkap dan dipenjara bila memang hal ini dirasa perlu demi menyelamatkan bangsa dari kekacauan, namun dirinya tidak mau dipenjara karena fitnah seseorang.

“Kalau negara ini betul-betul begitu kacau karena seorang Ahok, saya rela ditangkap, dipenjara. Tapi bukan (dipenjara) karena difitnah menghilangkan kata ‘pakai’,” ujar Ahok.

“Terima kasih untuk semua dukungan yang mengalir. Saya terima dan ikuti proses hukumnya karena saya percaya ini contoh yang baik untuk demokrasi,” ujar Ahok kepada pendukungnya, melalui akun twitter usai ia ditetapkan sebagai tersangka oleh Bareskrim.
(samsul arifin – harianindo.com)

x

Check Also

Kebaktian Natal Dibubarkan, Netizen Sindir Deddy Mizwar dan Ridwan Kamil

Kebaktian Natal Dibubarkan, Netizen Sindir Deddy Mizwar dan Ridwan Kamil

Bandung – Peristiwa dibubarkannya Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) secara paksa di Bandung yang dilakukan oleh ...

12465455_10205256660160520_652338149_o

Follow Kami Di Line @harianindo Friends Added

Portal Berita Indonesia

Saran dan Masukan Selalu Kami Tunggu Untuk Kami Membangun Portal Media Ini Agar Bisa Menjadi Lebih Baik Lagi. Hubungi Kami Jika Ada Saran, Keluhan atau Masukan Untuk Kami. Untuk Pemasangan Iklan Silahkan Kontak Kami di Page Pasang Iklan.

Aktual, Faktual dan Humanis