Home > Ragam Berita > Nasional > FPI Ingatkan Bisa Terjadi Aksi Lanjutan Pasca Penolakan Wasekjen MUI di Sintang

FPI Ingatkan Bisa Terjadi Aksi Lanjutan Pasca Penolakan Wasekjen MUI di Sintang

Jakarta – Pada Rabu (11/1/2017), Pengadangan terhadap Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI), Tengku Zulkarnain di Sintang semakin berbuntut panjang. Umat muslim yang tergabung dalam Aliansi Umat Islam Kalimantan Barat Bersatu menggelar aksi bela ulama. Aksi tersebut dilakukan di Pontianak, Jumat (13/1/2017).

FPI Ingatkan Bisa Terjadi Aksi Lanjutan Pasca Penolakan Wasekjen MUI di Sintang

Foto Dokumentasi Aksi Bela Ulama

Aksi tersebut berupa long march dari Masjid Mujahidin menuju Polda Kalbar di Jalan Ahmad Yani Pontianak. Kedatangan mereka ternyata telah ditunggu oleh Kapolda Irjen Pol Musyafak beserta jajarannya ditambah lagi Kapolresta Pontianak Kombes Pol Iwan Imam Susilo. Mereka berharap kepada pihak berwajib untuk menangkap otak penolak kedatangan Wakil Sekertaris MUI tersebut. Iwan langsung melakukan koordinasi dengan para muslimin.

Sekitar 18 orang perwakilan dari massa dipersilahkan berdiskusi dengan Kapolda dan jajarannya di ruang rapat selama sekitar dua jam. Mereka di antaranya adalah Ketua DPD FPI Kalbar Habib Muhammad Iskandar, Sekretaris Aliansi Umat Islam Kalbar Bersatu Syahrani, dan perwakilan Kesultanan Kadriah Pontianak. Usai diskusi tersebut, Habib Iskandar mengatakan, Musyafak sepakat untuk menindaklanjuti tuntutan dengan melakukan proses hukum.

“Setelah ditelaah akan ada proses hukum tegas dan cepat terhadap pelaku pencekalan itu. Ditangkap sesegera mungkin,” terangnya.

Kinerja Kapolres Sintang juga diminta untuk dievaluasi. Dia berpesan kepada seluruh umat Islam di Kalbar bahwa membela ulama adalah hal wajib. Namun, dia juga meminta umat Islam untuk tetap menjaga keutuhan maupun kebersamaan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Kami berikan waktu. Kami tetap sabar, insya Allah kami percayakan kepada aparat penegak hukum. Namun, kami tidak bertanggung jawab jika terjadi aksi lebih lanjut jika (proses hukum) terlalu molor,” tutur Iskandar.

Baca Juga : Bukan Paslon, Namun Justru Ira Koesno Yang Menjadi “Bintang” Acara Debat Cagub DKI

“Dan kami juga meminta kepada umat muslim untuk merapatkan barisan, jangan sampai kita biarkan. Karena sudah sekian kalinya dibiarkan,” kata Iskandar.

(bimbim – harianindo.com)

x

Check Also

Panglima TNI Dilarang Masuk ke Amerika Serikat, Kok Bisa?

Panglima TNI Dilarang Masuk ke Amerika Serikat, Kok Bisa?

Jakarta – Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo tidak diperbolehkan masuk ke Amerika Serikat oleh US ...