Jakarta – Susilo Bambang Yudhoyono selaku ketua umum Partai Demokrat tersinggung apabila partai yang dipimpinnya dianggap sebagai partai yang baru belajar Pancasila dan Kebhinekaan. Hal tersebut diungkapkan oleh mantan Presiden RI keenam itu saat melakukan safari ramadhan.

Partainya Dituding Mualaf Tentang Pancasila, SBY Tersinggung

SBY

Dirinya merasa sakit hati saat Partai Demokrat dianggap partai baru yang belajar tentang pancasila dan kebhinekaan.

“Saya tersinggung kalau Partai Demokrat dianggap masih baru dan mualaf tentang Pancasila dan kebhinekaan,” ungkap SBY, Jumat (16/6/2017).

“Saat ini negara sedang gencar sosialisasi Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika, saya memandang dari segi positif karena niat pemerintah itu baik,” imbuhnya.

SBY lantas menyatakan jika Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika bagi Partai Demokrat bukanlah sesuatu yang baru. Sejak berdiri pada 9 September 2001, pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika dijadikan landasan ideologi partai.

“Pancasila dan Bhinneka bahwa untuk Partai Demokrat bukan sesuatu yang baru. Bagi kami Pancasila adalah dasar dan azas Partai Demokrat, kebhinekaan adalah sendi partai,” ujar SBY.

SBY menyebut sejak berdiri Partai Demokrat mengusung semangat partai nasionalis tetapi di saat bersamaan juga religius. Pancasila serta kebhinekaan sebagai dasar dari semangat nasionalis dan religius.

Baca juga: Safari Ramadhan, Jokowi Disuguhi Beatbox Santri

“Sejak berdiri semangat kita sudah jelas, Partai Demokrat adalah partai nasionalis religius, sejak lahir kita menetapkan pancasila dan kebhinekaan. Saya tersinggung jika dianggap masih baru dan mualaf,” pungkas SBY. (Yayan – harianindo.com)