Home > Gaya Hidup > Tips > Risiko Diabetes Bisa Dikurangi dengan Penambahan Jam Tidur

Risiko Diabetes Bisa Dikurangi dengan Penambahan Jam Tidur

Jakarta – Baru-baru ini sebuah penelitian mengungkapkan bahwa tidur kurang dari delapan jam dapat menyebabkan depresi. Hal itu dikarenakan saat seseorang tidak bisa tidur ia cenderung memikirkan hal-hal negatif. Pikiran itu akan terjebak di otak sehingga membuatnya tidak bisa menghindar dari rangsangan negatif.

Risiko Diabetes Bisa Dikurangi dengan Penambahan Jam Tidur

Kurang tidur tidak hanya menimbulkan dampak pada kesehatan mental. Kesehatan fisik pun ikut terpengaruh. Orang akan menjadi lebih mudah lelah dan mengantuk. Bahkan ia bisa terserang penyakit seperti obesitas dan diabetes karena timbul dorongan untuk makan di malam hari. Maka dari itu, para ahli sering menyarankan agar setiap orang, terutama orang dewasa memiliki waktu tidur yang cukup.

Sebagaimana diberitakan New York Post pada Kamis (11/1/2018), sebuah penelitian lain bahkan menyarankan agar orang-orang menambahkan waktu tidurnya hingga 20 menit. Menurut hasil yang dipaparkan, tidur ekstra dapat membuat seseorang mengonsumsi gula 2½ sendok teh lebih sedikit dibanding yang tidak. Porsi itu setara dengan 40 kalori.

Para ahli mengatakan intervensi gaya hidup sederhana dapat menyebabkan pola makan yang lebih sehat . “Orang-orang lebih tertarik pada makanan cepat saji saat merasa lelah. Sedangkan pada orang-orang yang memilih untuk tidur, mereka memiliki sedikit waktu untuk mengonsumsi makanan tidak sehat. Hasil penelitian kami menunjukkan semakin banyak tidur maka semakin baik makanan yang dikonsumsi,” tutur Haya Al Khatib, seorang ahli di Departemen Ilmu Nutrisi dari King’s College London.

Setelah uji coba selesai dilakukan, sebagian peserta penelitian terlatih mendapatkan waktu tidur yang lebih lama yaitu sebanyak 55 menit. Kondisi itu membuat konsumsi gula mereka turun sebanyak 10 gram per hari. (Tita Yanuantari – harianindo.com)

x

Check Also

Air Tajin Memiliki Kkandungan untuk Kesehatan Bayi

Air Tajin Memiliki Kandungan untuk Kesehatan Bayi

Jakarta – Saat bayi telah mencapai usia 6 bulan, sudah saatnya dia diberi makan pendamping ...


Warning: A non-numeric value encountered in /srv/users/serverpilot/apps/harianindo/public/wp-content/plugins/mashshare-sharebar/includes/template-functions.php on line 135