Home > Ragam Berita > Nasional > Pengamat Sarankan Jokowi dan SBY Kembali Bertemu Sebelum HUT RI ke 72

Pengamat Sarankan Jokowi dan SBY Kembali Bertemu Sebelum HUT RI ke 72

Jakarta – Kondisi politik di Indonesia baru-baru ini kembali memanas. Hal tersebut dikarenakan pada awal bulan Agustus kemarin seorang politisi dari Partai NasDem, Viktor Laiskodat, tengah berpidato yang menuai kontroversi beragam dari masyarakat.

Pengamat Sarankan Jokowi dan SBY Kembali Bertemu Sebelum HUT RI ke 72

Presiden Joko Widodo dan Susilo Bambang Yudhoyono

Oleh karena itu pengamat politik, Pangi Syarwi Chaniago mengusulkan bahwa sebaiknya Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kembali bertemu dengan Presiden Jokowi dalam waktu dekat dan sebelum peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-72.

Menurut Pangi, pertemuan kedua tokoh tersebut diharapkan dapat menurunkan tensi politik yang baru saja kembali memanas mengingat Jokowi adalah presiden terpilih yang menggantikan posisi SBY. Ia mengibaratkan seperti pertemuan antara Obama dan Donald Trum di Amerika Serikat dimana pertemuan tersebut dilakukan setiap kali ada persoalan kebangsaan yang serius.

Pembicaraan dalam pertemuan kedua tokoh tersebut bisa membahas hal-hal yang belumada titik terangnya dan masih terdapat perbedaan sudut pandang, perspektif dan belum ketemu jalan keluarnya serta masih terkesan terdapat perbedaan pendapat yang cukup tajam.

Baca juga : Gerindra Sindir Nasdem Yang Masih Berusaha Membela Victor

“Pertemuan dua tokoh tersebut paling tidak bisa kembali menyejukkan suhu politik di tengah turbulensi politik yang kian tak menentu,” kata Pangi, Sabtu (05/08/2017).

Direktur Eksekutif Voxpol Center ini lebih lanjut menjelaskan bahwa menu yang dapat disajikan dalam pertemuan tersebut bisa berupa nasi gorenh, gado gado, pecel atau lainnya.

“Biarlah Pak Jokowi yang menyiapkan menu tersebut,” ujarnya.

Pangi juga menambahkan bahwa terkadang dalam kondisi Bangsa dan Negara yang seperti saat ini, mulai dari pertemuan dengan suasana makan yang hangat dan bersahabat bisa memunculkan solusi atau ajaln tengah untuk mengurai problem fundamental yang sedang dihadapi bangsa.

“Kita tentu tidak menginginkan suasana kesejukan bangsa terganggu dengan statemen brutal dan fitnah keji yang dipertontonkan Viktor secara telanjang dan membuat suasana makin keruh,” ujarnya.
(Muspri-harianindo.com)

x

Check Also

Ngabalin Diangkat Jadi Komisaris BUMN, Gerindra : "Jangan Bagi-bagi Kue"

Ngabalin Diangkat Jadi Komisaris BUMN, Gerindra : “Jangan Bagi-bagi Kue”

Jakarta – Perihal pengangkatan Ali Mochtar Ngabalin menjadi anggota dewan komisaris Angkasa Pura I beberapa ...