Home > Ragam Berita > Nasional > Fahri Hamzah Punya Alasan Lain KPK Harus Dibubarkan

Fahri Hamzah Punya Alasan Lain KPK Harus Dibubarkan

Jakarta – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Fahri Hamzah kembali mempertanyakan perlu tidaknya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dipertahankan. Hal ini terkait operasi tangkap tangan KPK terhadap pelaku dugaan suap korupsi dana desa sebesar Rp 100 juta di Pamekasan pada Rabu (2/8/2017).

Fahri Hamzah Punya Alasan Lain KPK Harus Dibubarkan

Fahri mempertanyakan KPK yang dirancang untuk mengurusi kasus korupsi besar namun juga menangani kasusRp 100 juta.

“Istilahnya dikasih meriam masuk ke hutan untuk tembak gajah, tapi setiap hari bawa burung perkutut ya ada penangkapan juga, tapi kan mahal ongkosnya, bos,” kata Fahri di Cibubur, Jakarta Timur, Minggu (6/8/2017).

Menurut Fahri, ongkos operasional personil KPK yang harus bolak-balik tidak sebanding dengan hasil yang didapatkan.

“Katanya kerugian negara 100 juta tapi penyidik hilir-mudik, tekor negara. Tekor-tekor gini. Lembaganya saya bubarin. Orang tekor kok. Negara enggak boleh bisnis tekor terus. Hitung juga dong duitnya,” ujar Fahri.

Tidak hanya sekali ini saja Fahri Hamzah ingin agar KPK dibubarkan. Pada awal Juli 2017 lalu, Fahti juga pernah meminta agar KPK dan Komnas HAM dievaluasi kembali keberadaannya.

“Coba evaluasi lagi, jangan-jangan lembaga ini memang enggak diperlukan. Mumpung kita ini lagi perlu hemat, bubarin saja. Toh ada fungsinya dalam negara,” kata Fahri, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (3/7/2017).

Terkait hal ini, Wakil Ketua KPK Laode Muhammad Syarif, membantah anggapan bahwa KPK mengurusi korupsi yang nilainya kecil.

“KPK dari dulu tidak tertarik dengan proyek yang kecil seperti itu,” ujar Syarif dalam jumpa pers di Gedung KPK Jakarta, Rabu (2/8/2017).

Namun, operasi di lapangan kadang tidak selalu seperti yang dibayangkan. Meski demikian, seringkali kasus kecil yang terungkap bisa membuka jalan bagi KPK untuk mengungkap kasus-kasus yang lebih besar yang berkaitan dengan kasus kecil tersebut.

“Misalnya, pada operasi kali ini yang tertangkap hanya itu. Tapi apakah ada hubungan dengan proyek-proyek lain, itu akan jadi bagian pekerjaan rumah KPK untuk diselesaikan,” kata Syarif.
(samsul arifin – harianindo.com)

x

Check Also

Nasdem Minta Anies Lebih Serius Pasang Bendera Peserta Asian Games 2018

Nasdem Minta Anies Lebih Serius Pasang Bendera Peserta Asian Games 2018

Jakarta – Pemasangan bendera negara peserta Asian Games dinilai NasDem DKI Jakarta sebagai langkah yang ...