Home > Gaya Hidup > Bagi Yang Punya Penyakit Jantung, Sebaiknya Hindari Lima Jenis Obat Ini

Bagi Yang Punya Penyakit Jantung, Sebaiknya Hindari Lima Jenis Obat Ini

Jakarta – Bagi penderita penyakit jantung, tentu saja harus menjaga pola makan dan gaya hidup agar asupan garam dan lemak yang masuk ke dalam tubuh lebih terkontrol, selain menghindari rokok dan minuman beralkohol.

Bagi Yang Punya Penyakit Jantung, Sebaiknya Hindari Lima Jenis Obat Ini

Selain pantangan di atas, mengkonsumsi obat-obatan tertentu juga sebaiknya tidak dilakukan karena beberapa obat dapat memberikan efek samping yang tidak menguntungkan bila dikonsumsi bersama obat jantung yang telah diresepkan dokter.

Umumnya, dokter akan memberikan resep obat berdasarkan kondisi dan tingkat keparahan gangguan jantung yang dialami pasien. Misalnya, Heparin yang digunakan untuk mencegah komplikasi setelah serangan jantung; obat tekanan darah tinggi, seperti inhibitor ACE, diuretik, Angiotensin II receptor blocker (ARB), beta blocker, aldosteron, dan inotropik; hingga aspirin dan statin penurun kolesterol.

Berikut ini lima jenis obat yang dapat memiliki efek samping bila dikonsumsi bersama obat jantung:

1. Obat Pereda Nyeri NSAID
NSAID biasanya dikonsumsi sebagai obat pereda nyeri, sakit kepala, migrain, atau rematik. NSAID yang paling umum digunakan adalah aspirin dan ibuprofen, dan dapat dibeli di apotek tanpa resep dokter.

Obat ini tidak dianjurkan dikonsumsi berbarengan dengan obat penyakit jantung karena dapat meningkatkan tekanan darah dan memperberat kerja jantung.

NSAID juga tidak boleh digunakan tepat sebelum atau setelah operasi bypass jantung (CABG).

2Kortikosteroid
Kortikosteroid dikonsumsi untuk mengobati kulit bengkak, gatal-gatal, kemerahan akibat reaksi alergi, mata merah (konjungtivitis alergi), penyakit autoimun seperti rheumatoid arthritis dan lupus, pembengkakan otak, dan masih banyak lagi.

Kortikosteroid dosis tinggi tidak disarankan untuk dikonsumsi berbarengan dengan obat penyakit jantung karena dapat menyebabkan irama jantung tak teratur (aritmia) dan meningkatkan tekanan darah.

3. Dekongestan
Obat ini digunakan sebagai pereda sakit batuk dan flu. Namun, dalam dekongestan mungkin terdapat kandungan pseudoefedrin, phenylephrine, atau ephedrine yang memiliki efek samping berupa peningkatan tekanan darah dan jantung berdebar.

4. Obat Sembelit (Pencahar)
Obat pencahar bisa mengakibatkan dehidrasi yang dapat mengganggu keseimbangan elektrolit tubuh. Ketidakseimbangan elektrolit ini dapat menyebabkan denyut jantung jadi tidak beraturan.

5. Obat Antidepresan
Interaksi obat antidepressan dengan obat penyakit jantung seperti epinephrine (Epi-Pen) atau cimetidine (Tagamet) dapat meningkatkan tekanan darah dan mengganggu ritme jantung.
(samsul arifin – harianindo.com)

x

Check Also

Memeriksa Denyut Nadi Setiap Hari Bisa Menghindarkan Stroke

Memeriksa Denyut Nadi Setiap Hari Bisa Menghindarkan Stroke

Jakarta – Meraba Nadi Sendiri atau yang disingkat dengan istilah MENARI sebaiknya dilakukan setiap hari ...