Jakarta – Ninoy Karundeng, relawan Jokowi yang menjadi korban penganiayaan di Masjid Al-Falah membantah pernyataan pengurus masjid tersebut. Bahkan, Ninoy telah dikonfrontasi dengan Iskandar oleh penyidik Polda Metro Jaya.

Ninoy mengungkap bahwa apa yang dilontarkan Iskandar selama ini tidak benar. Seperti diketahui bahwa Iskandar menepis adanya tindak penganiayaan di Masjid Al-Falah.

“Pernyataan Pak Iskandar yang menyatakan tidak terjadi pemukulan di dalam Masjid Al-Falah itu tidak benar. Saya sudah bertemu dengan Pak Iskandar dan dia menyatakan bahwa dia disuruh oleh salah satu tersangka,” kata Ninoy di Polda Metro Jaya, Jumat (11/10/2019).

Di sisi lain, Ninoy tak merinci identitas tersangka yang memberi perintah pada Iskandar. Ia hanya menyebut, sosok itu adalah pengurus DKM Masjid Al-Falah.

“Yang menyuruh juga salah satu orang dari DKM. Namanya saya tidak sebutkan,” sambungnya.

Iskandar, selaku Anggota DKM Al Falah menceritakan pada saat kejadian masjid yang terletak di Jalan Masjid I itu berubah menjadi posko medis bagi demonstran aksi di DPR RI yang berujung ricuh pada Senin (30/9/2019) lalu.

Iskandar menilai bahwa kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 03.00 WIB dini hari, Ninoy yang menjadi bulan-bulanan massa langsung ditarik oleh demonstran untuk mendapatkan pertolongan medis di Masjid Al Falah. (NRY-harianindo.com)