Jakarta – Simpang siur kasus penyelewengan dana proyek e-KTP menjadi topik hangat yang akhir-akhir ini diperbincangkan. Saling tuduh dan menduga satu sama lainpun tak terhindarkan. Hingga saat ini kasus korupsi proyek e-KTP belum juga menemui titik akhir.

MAKI Tuding Setya Novanto Dalang Kasus Korupsi E-KTP

Setya Novanto

Bahkan kini koordinator Masyarakat Anti-Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman meyakini Ketua DPR Setya Novanto terlibat dalam kasus korupsi proyek kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP).

Keterlibatan Novanto dalam kasus itu karena kapasitasnya sebagai ketua Fraksi Partai Golkar DPR 2009-2014 atau saat pembahasan program e-KTP.

“Saya pernah dua kali bertemu Paulus Tannos di Singapura tahun 2013, dan bertemu dengan pihak eksekutif di Kemendagri. Maka saya yakin Setya Novanto terlibat korupsi e-KTP,” ujar Boyamin melalui siaran pers ke media, Rabu (8/3).

Boyamin yang juga dikenal sebagai pengacara itu lantas membeber peran Novanto. Setnov -panggilan akrab Novanto- diduga mengatur serangkaian pertemuan di DPR dan Hotel Sultan untuk menyusun anggaran e-KTP.

Selain itu, Boyamin juga menduga Setnov ikut menikmati keuntungan dari pengadaan proyek e-KTP. Yakni dari pengadaan chip untuk e-KTP serta aliran dana lainnya hasil bancakan proyek pemerintah yang diijon itu.

Baca juga : Ini Tanggapan Menkumham Saat Namanya Disebut Dalam Kasus e-KTP

“Saya yakin, jaksa penuntut umum KPK pasti akan menyebut keterlibatan Setya Novanto dalam surat dakwaan yang akan dibacakan besok hari Kamis di Pengadilan Tipikor,” pungkasnya. (Icha – harianindo.com)