Home > Hiburan > Gosip > Lucy Liu Mengaku Merasakan Klimaks Saat Tubuhnya Digerayangi Hantu

Lucy Liu Mengaku Merasakan Klimaks Saat Tubuhnya Digerayangi Hantu

Los Angeles – Bercinta dengan hantu atau yang disebut dengan fenomena spectrophilia telah berlangsung sejak Abad ke-13 atau lebih tepatnya semenjak Thomas Aqunias percaya bahwa roh jahat hidup di tengah manusia dan merayunya.

Lucy Liu Mengaku Merasakan Klimaks Saat Tubuhnya Digerayangi Hantu

Pada era modern seperti sekarang ini, para ahli mengatakan orang yang mengaku bercinta dengan makhluk halus dianggap memiliki halusinasi hypnagogic–atau halusinasi yang terjadi ketika tubuh mulai mengantuk.

Mereka juga dianggap mengalami masalah tidur seperti tindian atau di mana tubuh tak bisa bergerak.

Adapun orang-orang yang mengaku pernah bercinta dengan makhluk tak kasat mata itu jumlahnya tak sedikit. Bahkan sejumlah selebritas Holywood mengklaim pernah bersetubuh dengan hantu.

Salah satunya adalah Lucy Liu. Bintang film Charles Angels ini berkisah kepada US Weekly pada 1999 bahwa ia pernah bersetubuh dengan roh halus. Kala itu ia ingin mencoba tidur siang di futonnya.

“Semacam roh turun dari– hanya Tuhan yang tahu– dan bercinta dengan saya,” kata aktris tersebut.

Baca juga: Berita Artis : Tyas Mirasih Akui Raffi Ahmad Pernah Menduakannya

“Namun, aku merasa bahagia, karena aku bisa merasakan semuanya dan mencapai klimaks. Kemudian dia melayang pergi.” (Yayan – harianindo.com)

x

Check Also

Ayu Ting Ting Unggah Foto Bareng Seorang Pria, Siapa ?

Ayu Ting Ting Unggah Foto Bareng Seorang Pria, Siapa ?

Jakarta – Baru-baru ini Ayu mengunggah sebuah foto bersama pria. Ia mengunggah foto dirinya bersama ...

12465455_10205256660160520_652338149_o

Follow Kami Di Line @harianindo Friends Added

Portal Berita Indonesia

Saran dan Masukan Selalu Kami Tunggu Untuk Kami Membangun Portal Media Ini Agar Bisa Menjadi Lebih Baik Lagi. Hubungi Kami Jika Ada Saran, Keluhan atau Masukan Untuk Kami. Untuk Pemasangan Iklan Silahkan Kontak Kami di Page Pasang Iklan.

Aktual, Faktual dan Humanis