Home > Ragam Berita > Nasional > Politisi PDIP Curiga LSM Yang Laporkan Megawati Ada Yang Mengarahkan

Politisi PDIP Curiga LSM Yang Laporkan Megawati Ada Yang Mengarahkan

Jakarta – Muncul sebuah kecurigaan dari Politikus PDI Perjuangan Eva K Sundari tentang adanya motif tertentu di balik laporan ke Bareskrim Polri yang menempatkan Megawati Soekarnoputri sebagai terlapor kasus penodaan agama.

Politisi PDIP Curiga LSM Yang Laporkan Megawati Ada Yang Mengarahkan

Politisi PDIP, Eva K Sundari

“Kalau melaporkan Bu Mega (melakukan, red) penistaan itu di mana penistaannya?” katanya di di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (24/1/2017).

Menurut Anggota DPR dari Fraksi PDIP tersebut, ketua umum partainya tidak memiliki rekam jejak dalam penghinaan agama. Bahkan ketika deklarasi Rumah Kebangsaan pada saat perayaan hari ulang tahun PDIP di Jakarta pada (10/1/2017) lalu, sejumlah kelompok agama juga diundang.

Bahkan pihaknya telah membentuk Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi). Oleh sebab itu, dia memandang laporan ke Bareskrim tersebut sebagai sesuatu yang aneh. Bahkan, Eva menyebut pelapor tersebut bertindak bukan karena kesadaran diri. Sebab, bisa jadi pelapor karena disuruh oleh Habib rizieq Shihab yang juga imam besar Front Pembela Islam (FPI).

Baca Juga : Presenter Cantik Tina Talisa Akan Pandu Jalannya Debat Pilgub DKI Edisi 2

“Motifnya apa? Disuruh kan aneh,” pungkasnya.

(bimbim – harianindo.com)

x

Check Also

Djarot Geram Dengan Wacana Akan Diterapkannya Perda Syariah di DKI

Djarot Geram Dengan Wacana Akan Diterapkannya Perda Syariah di DKI

Jakarta – Kandidat wakil gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat menyebut pihaknya telah bekerja sekuat ...

12465455_10205256660160520_652338149_o

Follow Kami Di Line @harianindo Friends Added

Portal Berita Indonesia

Saran dan Masukan Selalu Kami Tunggu Untuk Kami Membangun Portal Media Ini Agar Bisa Menjadi Lebih Baik Lagi. Hubungi Kami Jika Ada Saran, Keluhan atau Masukan Untuk Kami. Untuk Pemasangan Iklan Silahkan Kontak Kami di Page Pasang Iklan.

Aktual, Faktual dan Humanis