Home > Teknologi > Sains > Pakar Astronomi Bicara Tentang Tuhan dan Sains

Pakar Astronomi Bicara Tentang Tuhan dan Sains

Jakarta – Perdebatan antara Tuhan dan ilmu pengetahuan seharusnya tidak perlu lagi karena mereka berjalan beriringan. Itulah setidaknya yang dipercaya oleh Jesuit sekaligus astronom di Observatorium Vatikan, Guy Consolmagno, S.J

Pakar Astronomi Bicara Tentang Tuhan dan Sains

Dilansir dari Catholic News Agency, Rabu (10/5/2017), Consolmagno dalam konferensi “Black Hole, Gravitational Waves, dan Space-Time Singularities” yang diadakan pada 9-12 Mei di Vatikan, mengungkapkan bahwa seorang religius tidak perlu takut akan ilmu pengetahuan/sains.

Menurutnya, jika seseorang tidak memiliki iman dalam keyakinanmu, maka saat itulah kamu takut akan ilmu pengetahuan. Ia juga menjelaskan, Tuhan, alam semesta, dan tujuan eksistensi manusia bisa ditemukan melalui sebuah proses, bukanlah secara instan.

Dalam konferensi tersebut menghadirkan sejumlah rohaniwan serta ilmuwan terkemuka, termasuk mereka yang meneliti Big Bang dan bahkan yang tidak memercayai adanya Tuhan alias atheis.

Menurut pandangan ilmu pengetahuan, alam tercipta tanpa campur tangan siapa pun, termasuk Tuhan. Alam semesta yang ada dengan sendirinya itu dipercaya oleh banyak ilmuwan, diantaranya Stephen Hawking, kosmolog yang mengusulkan M Theory.

Sebaliknya, menurut para religius percaya bahwa Tuhan maha kuasa sehingga bisa memahaminya sebagai yang bertanggung jawab pada penciptaan alam semesta.

Gabriele Gionti, S.J. yang merupakan pimpinan penyelenggara konferensi mengungkapkan, istilah “awal mula” alam semesta berbeda dengan “asal-usul”.

Menurutnya, awal mula alam semesta adalah pertanyaan ilmiah, bisa diprediksi secara tepat kapan bermula. Namun asal usul alam semesta adalah pertanyaan teologis.

Consolmagno juga berpendapat, Tuhan bukan pencapaian sains, tetapi sesuatu yang kita asumsikan sejak awal. Saya takut akan Tuhan yang bisa dibuktikan sains sebab saya tahu sains saya tak memercayainya.

Baca juga: Mengapa Indonesia Tertinggal Dalam Pengembangan Sains dan Teknologi ?

Jika memang Tuhan dan Sains dianggap rival, maka akan ada banyak ilmuwan terbaik yang tereliminasi. Karena selama ini, ilmuwan terkemuka merupakan mereka yang mempercayai adanya Tuhan. (Rere – harianindo.com)

x

Check Also

Ini Dia Lima Fakta Menarik Stephen Hawking Yang Mungkin Tidak Banyak Orang Tahu

Ini Dia Lima Fakta Menarik Stephen Hawking Yang Mungkin Tidak Banyak Orang Tahu

Jakarta – Ilmuwan Stephen Hawking meninggal dunia di usia 76 tahun, pada 14 Maret 2018 ...